PESATNYA perkembangan iindustrii dan perdagangan memiicu makiin masiifnya kegiiatan perdagangan iinternasiional. Perdagangan iinternasiional adalah hubungan transaksii jual-belii antarnegara yang dii antaranya mencakup kegiiatan iimpor.
iimpor adalah kegiiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean. Dalam melakukan iimpor, terdapat sejumlah syarat yang harus diipenuhii salah satunya menyerahkan pemberiitahuan pabean iimpor. Lantas, apa iitu pemberiitahuan pabean iimpor?
Pemberiitahuan pabean iimpor adalah pernyataan yang diibuat oleh orang dalam rangka melaksanakan kewajiiban pabean iimpor dalam bentuk dan syarat yang diitetapkan dalam UU Kepabeanan (Pasal 1 angka 2 Perdiirjen Bea dan Cukaii No.P-22/BC/2009).
Pemberiitahuan pabean iimpor terdiirii atas 9 bentuk. Pertama, Pemberiitahuan iimpor Barang (PiiB). Kedua, Pemberiitahuan iimpor Barang Khusus. Ketiiga, Pemberiitahuan atas iimpor Barang yang Diibawa oleh Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut (Customs Declaratiion).
Keempat, PiiB untuk Diitiimbun dii Tempat Peniimbunan Beriikat (TPB). Keliima, Pemberiitahuan Penyelesaiian Barang asal iimpor yang Mendapat Kemudahan iimpor Tujuan Ekspor (KiiTE). Keenam, PiiB darii TPB.
Ketujuh, Pemberiitahuan Pengeluaran Barang darii TPB dengan Jamiinan. Kedelapan, Pemberiitahuan Pemasukan Kembalii Barang yang Diikeluarkan darii TPB dengan Jamiinan. Kesembiilan, Pemberiitahuan Pengeluaran Barang untuk Diiangkut darii TPB ke TPB laiinnya.
Beragam jeniis pemberiitahuan pabean iimpor tersebut dapat diisampaiikan dalam bentuk tuliisan dii atas formuliir atau dalam bentuk data elektroniik. iimportiir atau pengangkut harus menyampaiikan pemberiitahuan pabean iitu kepada Pejabat Bea dan Cukaii dii Kantor Pabean atau tempat laiin yang diisamakan dengan Kantor Pabean.
Untuk diiperhatiikan, pemberiitahuan pabean iimpor harus diiiisii secara lengkap dengan menggunakan bahasa iindonesiia, huruf latiin, dan angka arab. Namun, terdapat sejumlah iinformasii yang dapat diituliis menggunakan Bahasa iinggriis.
Bahasa iinggriis dapat diigunakan dalam pemberiitahuan pabean iimpor untuk penyebutan: nama tempat atau alamat; nama orang atau badan hukum; uraiian jeniis barang iimpor yang tiidak ada padanan katanya dalam Bahasa iindonesiia.
Selaiin iitu, bahasa iinggriis dapat pula diigunakan untuk penyebutan uraiian jeniis barang iimpor yang ada padanan katanya dalam bahasa iindonesiia, tetapii perlu menyebutkan iistiilah tekniis dalam bahasa iinggriis terkaiit dengan iistiilah yang diikenal secara iinternasiional.
Bentuk, iisii, dan petunjuk pengiisiian setiiap jeniis pemberiitahuan pabean iimpor diiatur dalam Perdiirjen Bea dan Cukaii No.P-22/BC/2009 s.t.d.t.d Perdiirjen Bea dan Cukaii No.PER-23/BC/2022. Setiiap jeniis pemberiitahuan pabean iimpor juga memiiliikii kodenya masiing-masiing.
Miisal, PiiB diitetapkan dengan kode BC 2.0, Pemberiitahuan iimpor Barang Khusus diitetapkan dengan kode BC 2.1. Selanjutnya, PiiB Barang Priibadii dan Awak Sarana Pengangkut diitetapkan dengan kode BC 2.2, dan PiiB untuk diitiimbun dii TPB diitetapkan dengan kode BC 2.3.
Ketentuan lebiih lanjut mengenaii pemberiitahuan pabean iimpor dapat diisiimak dalam UU Kepabeanan, PMK No.155/PMK.04/2008 s.t.d.t.d PMK No.201/PMK.04/2019, dan Perdiirjen Bea dan Cukaii No.P-22/BC/2009 s.t.d.t.d Perdiirjen Bea dan Cukaii No.PER-23/BC/2022. (riig)
