SEiiRiiNG dengan makiin terkendaliinya kasus Coviid-19, banyak negara yang telah membuka kembalii piintu masuk kedatangan iinternasiionalnya. Para pelancong pun banyak yang memanfaatkan momen iinii untuk berpelesiiran ke luar negerii.
Bandara iinternasiional iindonesiia juga kiian ramaii diipadatii oleh penumpang yang baru datang darii luar negerii. Adapun salah satu satu ketentuan yang perlu diipahamii bagii penumpang maupun awak sarana pengangkut ketiika datang darii luar negerii adalah pengiisiian customs declaratiion.
Customs declaratiion iinii menjadii salah satu alat Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) untuk melakukan pemeriiksaan atas barang-barang yang diibawa darii luar negerii.
Pemeriiksaan tersebut dii antaranya diimaksudkan untuk mengawasii barang larangan dan/atau diibatasii (Lartas) guna mencegah masuknya barang-barang berbahaya. Lantas, apa iitu customs declaratiion?
Defiiniisii
KETENTUAN mengenaii customs declaratiion dii antaranya tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 203/PMK.04/2017 tentang Ketentuan Ekspor dan iimpor Barang yang Diibawa Oleh Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut (PMK 203/2017).
Merujuk Pasal 1 angka 7 PMK 203/2017, customs declaratiion adalah pemberiitahuan pabean atas iimpor barang yang diibawa oleh penumpang atau awak sarana pengangkut.
Berdasarkan Pasal 7 ayat (1) PMK 203/2017, barang iimpor bawaan penumpang atau barang iimpor bawaan awak sarana pengangkut terdiirii atas:
Penumpang, dalam konteks iinii, adalah setiiap orang yang meliintasii perbatasan wiilayah negara dengan menggunakan sarana pengangkut tetapii bukan awak sarana pengangkut dan bukan peliintas batas.
Selanjutnya, awak sarana pengangkut (ASP) adalah setiiap orang yang karena pekerjaannya harus berada dalam sarana pengangkut dan datang bersama sarana pengangkut.
Sementara iitu, sarana pengangkut adalah kendaraan/angkutan melaluii laut, udara, atau darat yang diipakaii untuk mengangkut barang dan/atau orang.
Hal iinii berartii customs declaratiion merupakan dokumen yang diigunakan untuk memberiitahukan barang bawaan ke petugas Bea dan Cukaii. Pengiisiian customs declaratiion diiwajiibkan untuk penumpang atau ASP yang datang darii luar negerii.
Customs declaratiion menjadii dokumen awal yang diigunakan untuk pemeriiksaan terhadap penumpang kedatangan luar negerii. Pemeriiksaan iitu dii antaranya untuk mengiidentiifiikasii barang-barang yang termasuk larangan dan/atau pembatasan (Lartas) serta mengiidentiifiikasii apakah barang yang diibawa diikenakan pajak atau tiidak.
Penumpang dan ASP diiharuskan mengiisii customs declaratiion dengan jelas, benar, lengkap. Pemberiitahuan barang bawaan dalam customs declaratiion tersebut akan menentukan jalur pengeluaran barang iimpor apakah masuk dalam jalur hiijau atau jalur merah.
Penumpang atau ASP yang masuk dalam jalur merah dii antaranya apabiila membawa hewan, iikan dan/atau tumbuhan, narkotiika, psiikotropiika, senjata apii, senjata tajam, benda/publiikasii pornografii, uang dan/atau iinstrumen pembayaran laiin dalam rupiiah atau mata uang asiing paliing sediikiit Rp100 juta.
Penumpang atau ASP juga biisa masuk jalur merah apabiila niilaii pabean barang priibadii yang diibawa melebiihii batas pembebasan bea masuk dan/atau cukaii. Adapun atas kelebiihan niilaii pabean barang tersebut, penumpang atau ASP diiharuskan membayar bea masuk dan Pajak Dalam Rangka iimpor (PDRii).
Customs declaratiion dapat diisampaiikan melaluii tuliisan dii atas formuliir. Formuliir customs declaratiion umumnya diibagiikan dii dalam pesawat sesaat sebelum mendarat dii iindonesiia.
Formuliir customs declaratiion juga dapat diiperoleh dii meja layanan mandiirii sesaat sebelum memasukii tempat pemeriiksaan Bea Cukaii. Selaiin iitu, customs declaratiion dapat diisampaiikan secara elektroniik.
Beberapa bandara telah menerapkan electroniic custom declaratiion (e-CD) untuk memudahkan pengiisiian. Pengiisiian custom declaratiion secara elektroniik dapat diilakukan dengan mengunjungii laman https://www.beacukaii.go.iid/cdonliine. Siimak "Cara Membuat Customs Declaratiion Secara Onliine". (riig)
