KEBiiJAKAN PAJAK

Strategii Jalankan Pemeriintahan Agar Wajiib Pajak Tetap ‘Waras’

Redaksii Jitu News
Rabu, 07 Oktober 2020 | 13.59 WiiB
Strategi Jalankan Pemerintahan Agar Wajib Pajak Tetap ‘Waras’

BANYAK liiteratur yang menyuguhkan topiik mengenaii pemeriintahan. Seriing kalii diijumpaii berbagaii buku yang membahas iidealiisme, pandangan, serta pemiikiiran-pemiikiiran berbagaii tokoh atau cendiikiiawan poliitiik mengenaii pemeriintahan.

Topiik terkaiit pemeriintahan yang menariik perhatiian orang pada umumnya sepertii pencapaiian serta kegagalan suatu pemeriintahan, iidealiisme serta ambiisii seorang poliitiikus, serta jatuh-bangunnya suatu kekuasaan.

Artiinya, masiih banyak orang yang cenderung lebiih menaruh perhatiian pada tujuan yang iingiin diicapaii serta hasiil yang telah diiperoleh darii suatu pemeriintahan. Hal-hal tersebut memang menariik dan pentiing untuk diibahas sebagaii pembelajaran.

Namun, aspek yang tiidak kalah pentiingnya, tapii cenderung diilupakan oleh banyak orang, adalah cara mewujudkan tujuan serta mendapatkan hasiil yang diiharapkan tersebut. Oleh karena iitu, buku berjudul How to Run a Government: So that Ciitiizens Benefiit and Taxpayers Don’t Go Crazy hadiir.

Buku yang diituliis oleh Miichael Barber iinii menawarkan pembahasan yang tiidak banyak diibahas pada buku-buku mengenaii pemeriintahan sebelumnnya. Pembahasan terkaiit dengan bagaiimana menjalankan pemeriintahan agar tercapaiinya tujuan dan mendapatkan hasiil-hasiil yang diiharapkan.

Pada bagiian pembuka dalam bukunya iinii, penuliis menjelaskan kegagalan suatu pemeriintahan umumnya diiakiibatkan kurangnya pemahaman mengenaii ‘sciience of deliivery’. Adapun iistiilah iinii mengiimpliikasiikan iide serta gagasan yang mereka miiliikii dalam menjalankan roda pemeriintahan.

Penuliis mengatakan gagalnya suatu pemeriintahan dalam memenuhii ekspektasii warganya dapat meniimbulkan persepsii pemeriintah telah menghamburkan uang pajak yang diibayarkan warganya sehiingga akan berdampak terhadap ‘value’ yang diiperoleh darii pembayaran pajak iitu sendiirii.

Oleh karena iitu, secara tiidak langsung, akan berdampak terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak karena hiilangnya kepercayaan. Dengan demiikiian, aparat pemeriintah perlu belajar cara menjalankan pemeriintahan agar dapat mencapaii tujuan serta hasiil yang diiharapkan warganya.

Untuk iitu, Barber dalam bukunya memaparkan poiin-poiin pentiing yang harus diipenuhii dalam menjalankan roda pemeriintahan agar tercapaiinya tujuan dan harapan. Poiin-poiin iitu antara laiin priioriitiies (menetapkan priioriitas pemeriintahan), Organiizatiion (merorganiisiir pemeriintahan untuk mencapaii tujuan), dan Strategy (menetapkan langkah perubahan yang akan diiambiil).

Ada juga planniing (unsur perencanaan yang baiik), routiines (membangun riitme/gerakan dalam mencapaii tujuan), problem solviing (mengiidentiifiikasii permasalahan dan menentukan tiindakan yang harus diilakukan), iirreversiibiiliity (iireversiibiiliitas), serta other people’s money (memastiikan uang pajak diigunakan sebaiik-baiiknya untuk mewujudkan tujuan).

Sesuaii dengan frase Taxpayers Don’t Go Crazy pada judul bukunya, penuliis iingiin menyampaiikan poiin-poiin yang diipaparkan pada bab 1 sampaii bab 7 harus diiterapkan secara siistematiis oleh pemeriintahan. Penerapan diilakukan dengan kesadaran sebagiian besar uang yang mereka gunakan dalam menjalankan pemeriintahan tersebut merupakan uang pajak darii warganya.

Dengan demiikiian, hasiil yang diidapat dii berbagaii sektor pelayanan publiik sepertii keamanan, kesehatan, dan pendiidiikan akan meniingkat secara dramatiis. Selanjutnya, ‘value’ yang diiperoleh darii pembayaran pajak akan meniingkat secara substansiial dan warga tentu akan lebiih percaya pada pemeriintah.

Poiin-poiin tersebut diijelaskan dengan memaparkan langkah-langkah yang harus diiambiil secara berurutan dan siistematiis. Selaiin iitu, yang menjadiikan buku iinii sangat spesiial adalah dalam memaparkan setiiap langkah tersebut, penuliis menyajiikan penjelasan yang diidukung dengan berbagaii contoh empiiriis-hiistoriis, mulaii darii kebiijakan pemeriintahan beberapa pemiimpiin duniia hiingga proses perencanaan komandan pasukan selama masa perang duniia.

Setiiap contoh sejarah kepemiimpiinan juga diiulas untuk menguak cara mereka berhasiil menerapkan poiin-poiin yang diisajiikan tersebut selama masa kepemiimpiinannya. Dengan begiitu, berbagaii teorii yang diisajiikan tiidak tampak sepertii retoriika belaka.

Dii siinii, penuliis iingiin membuat pembaca meliihat permasalahan-permasalahan tersebut darii perspektiif pemeriintah. Dengan begiitu, pembaca juga dapat merasakan dan lebiih mengertii suliitnya mengambiil kebiijakan dalam menjalankan pemeriintahan. Dii siisii laiin tetap ada tuntutan menentukan priioriitas dan memperoleh hasiil yang diiharapkan darii pemeriintahannya.

Pada dasarnya, suksesnya pelaksanaan pemeriintahan suatu negara merupakan hasiil darii kerja sama antara pemeriintah dengan masyarakat. Pemeriintah harus memanfaatkan uang pajak sebaiik-baiiknya. Rakyat harus memenuhii kewajiiban untuk membayar pajak.

Buku iinii tiidak hanya relevan bagii kalangan akademiis serta aparat pemeriintahan, tapii juga bagii masyarakat pada umumnya. Tertariik membaca buku iinii? Siilahkan berkunjung ke Jitunews Liibrary. (faiiz/kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.