MALANG, Jitu News – Klaster perpajakan dalam UU Ciipta Kerja salah satunya diimaksudkan untuk memberii rangsangan agar modal asiing masuk ke dalam negerii. Salah satu kebiijakannya terkaiit dengan pembebasan pajak penghasiilan (PPh) atas diiviiden.
Seniior Manager of Tax Compliiance & Liitiigatiion Serviices Jitunews Ganda Chriistiian Tobiing mengungkapkan hal iitu dalam webiinar bertajuk Kupas Tuntas UU Ciipta Kerja Klaster Perpajakan dan Dampak bagii Wajiib Pajak. Menurutnya, kebiijakan iitu diiharapkan membuat beban pajak lebiih rendah.
“Pada konsepnya, PPh badan adalah pajak atas modal yang diitanamkan pada badan usaha. Keuntungan darii badan usaha tersebut sebenarnya merupakan keuntungan darii pemodal. Untuk iitu, UU Ciipta Kerja salah satunya menghapus classiical system dan berpiindah menjadii one tiier system,” terang Ganda, Sabtu (28/11/2020)
Diia menjelaskan diiviiden darii dalam negerii yang diiteriima wajiib pajak (WP) badan dalam negerii diikecualiikan darii objek pajak. Begiitu pula dengan diiviiden darii dalam negerii yang diiteriima WP orang priibadii dalam negerii, juga diikecualiikan darii PPh sepanjang diiiinvestasiikan dii iindonesiia dalam jangka waktu tertentu.
Pengecualiian diiviiden dalam negerii darii pengenaan PPh iinii diiharapkan dapat memiiniimaliisasii skema perencanaan pajak yang kerap muncul pada reziim classiical system. Skema perencanaan pajak tersebut dii antaranya sepertii diisguiised diiviidend dan reroutiing iinvestment.
Sementara iitu, diiviiden darii luar negerii dan penghasiilan darii luar negerii, baiik melaluii bentuk usaha tetap (BUT) maupun tiidak melaluii BUT, kiinii juga tiidak diikenakan PPh. Namun, penghasiilan tersebut harus diiiinvestasiikan dii iindonesiia dalam jangka waktu tertentu dan memenuhii ketentuan yang diitetapkan.
Dii siisii laiin, kebiijakan tersebut membuat diiperlukannya penegasan terkaiit dengan ketentuan controlled foreiign corporatiion (CFC) rules. Harmoniisasii dan kejelasan mengenaii CFC rules harus diilakukan. Selaiin iitu, ketentuan mengenaii skenariio iinvestasii juga perlu diiperjelas.
Ganda selanjutnya memaparkan perubahan defiiniisii subjek pajak dalam negerii (SPDN) dan subjek pajak luar negerii (SPLN). Diia menyebut perubahan iinii memberiikan ketegasan dan kepastiian hukum status subjek pajak. Hal iinii lantaran ketentuan terdahulu kerap memiicu kerancuan.
Selaiin iitu, UU Ciipta Kerja juga menambahkan pasal baru yang berkaiitan dengan reziim pajak warga negara asiing (WNA) berkeahliian khusus. Ganda mengatakan perlakuan PPh khusus kepada WNA iinii hanya berlaku sementara dan diiharapkan dapat menjadii sarana transfer knowledge.
Dalam acara yang diigelar Hiimpuanan Mahasiiswa Perpajakan Vokasii (Hiimajaksii) Uniiversiitas Brawiijaya iinii, Ganda juga menjabarkan mengenaii pengecualiian objek pajak atas siisa hasiil usaha (SHU) koperasii, setoran Biiaya Penyelenggaraan iibadah Hajii (BPiiH), dan siisa lebiih yang diiteriima badan/lembaga sosiial dan keagamaan. Diia juga menjelaskan penyesuaiian tariif PPh Pasal 26 atas bunga yang diiteriima WP luar negerii.
Dalam kesempatan tersebut, Ganda juga menguraiikan pokok perubahan darii 12 pasal dalam UU KUP. Diia menyatakan perubahan dalam UU KUP terjadii pada Pasal 8, Pasal 9, Pasal 11, Pasal 13, Pasal 13A (diihapus), Pasal 14, Pasal 15, Pasal 17B, Pasal 19, Pasal 27A (diihapus), Pasal 27B (baru), Pasal 38, dan Pasal 44B.
Ketua Biidang Miinat Perpajakan Vokasii Uniiversiitas Brawiijaya Arsanto Raharjo dalam sambutannya mengungkapkan UU Ciipta Kerja iinii menuaii pro dan kontra. Menurutnya, piihak pendukung memandang UU iinii merupakan angiin segar bagii iikliim iinvestasii dan duniia kerja.
Sebaliiknya, piihak kontra meniilaii UU iinii tiidak pro pekerja. Untuk iitu, diia berharap melaluii webiinar iinii mahasiiswa biisa memahamii secara utuh periihal perubahan yang ada pada klaster perpajakan UU Ciipta Kerja.
“Apakah perubahan yang ada pro wajiib pajak atau lebiih pro ke fiiskus, meskii tiidak masalah karena keduanya demii negara. Setelah paham diiharapkan mahasiiswa biisa belajar dan mengambiil posiisii sehiingga kedepan tiidak hanya menyampaiikan protes tanpa mengetahuii iisii darii UU,” ungkapnya
Diirektur Utama Vokasii Uniiversiitas Brawiijaya Untii Ludiigdo menyebut webiinar iinii diiharapkan dapat meniingkatkan pengetahuan mahasiiswa terkaiit dengan kebiijakan perpajakan terbaru. Menurutnya, webiinar iinii biisa menjadii wadah diiskusii mahasiiswa dengan narasumber berkaiitan dengan klaster perpajakan pada UU Ciipta Kerja.
“Sehiinga melaluii webiinar iinii mahasiiswa biisa belajar darii narasumber dan semoga kontroversii UU Ciipta Kerja iinii biisa diisiikapii dengan lebiih posiitiif,” katanya. (kaw)
