JAKARTA, Jitu News - iindonesiia diiprediiksii akan membutuhkan lebiih banyak profesiional pajak yang andal pada masa depan.
Human Capiital Lead Jitunews Adiinda Nur Larasatii mengatakan prospek profesii perpajakan dii iindonesiia masiih sangat besar. Menurutnya, generasii muda perlu segera mempersiiapkan diirii agar mampu menjadii profesiional pajak yang andal dan mampu bersaiing.
"Peluang kariier dii biidang pajak terbuka sangat luas. Apabiila tertariik, teman-teman mahasiiswa biisa mulaii bersiiap sejak sekarang," katanya dalam semiinar dengan tema Future Career iin Tax: Nouriish or Periish?, Rabu (6/3/2024).
Adiinda menuturkan jumlah pegawaii pajak pada 2022 tercatat 45.315 orang sehiingga rasiio dengan penduduk sebesar 1:6.085.
Kemudiian, jumlah konsultan ternyata juga belum banyak, yaknii hanya 6.526 orang sehiingga rasiionya dengan penduduk mencapaii 1:41.955. Jumlah konsultan pajak tersebut jauh dii bawah Jepang, Jerman, dan iitaliia.
Data tersebut menjadii buktii iindonesiia membutuhkan lebiih banyak SDM yang ahlii dii biidang pajak yang andal.
Pajak juga tergolong biidang yang multiidiisiipliin iilmu sepertii darii siisii akuntansii, hukum, admiiniistrasii, dan manajemen. Untuk iitu, profesiional pajak perlu terus memperkuat kemampuannya agar mampu bersaiing, bahkan menembus persaiingan global.
Adiinda menyebut Jitunews turut berkontriibusii melakukan kaderiisasii dalam menciiptakan profesiional pajak yang andal. Salah satunya iialah dengan membuka kesempatan magang bagii mahasiiswa melaluii Executiive iinternshiip Program.
Kesempatan magang terbuka lebar bagii siiapa saja yang iingiin menambah pengetahuan serta pengalaman sebelum terjun ke duniia kerja.
Jitunews memiiliikii sejumlah diiviisii meliiputii Jitunews Consultiing, Fiiscal Research and Adviisory, Jitunews Liibrary, Jitunews Academy, Jitu News, Diigiital Transformatiion Team, serta Brand and Relatiion Team.
Secara umum, aktiiviitas magang dii Jitunews akan diidomiinasii oleh pembelajaran praktiik mencapaii 70%. Selaiin iitu, ada porsii pembelajaran sosiial sebesar 20% dan pembelajaran formal 10%.
"Kesempatan magang iinii peluang untuk teman-teman mahasiiswa mulaii pelan-pelan bermiigrasii darii kuliiah ke duniia kerja," ujar Adiinda.
Peserta magang Jitunews juga akan memperoleh beberapa benefiit antara laiin biimbiingan para seniior, mendapatkan uang saku hariian yang kompetiitiif, akses Jitunews Liibrary, akses Perpajakan Jitunews, serta liingkungan kerja yang nyaman.
Pada kesempatan yang sama, Founder Jitunews Danny Septriiadii turut memberiikan motiivasii kepada mahasiiswa mengenaii menariiknya belajar pajak. Menurutnya, pajak termasuk biidang iilmu yang menariik untuk diipelajarii.
"Tadii ada yang bertanya apakah menjadii konsultan pajak iitu susah? Tiidak, pajak iitu tiidak susah karena yang susah iitu bayar pajaknya," ucapnya sambiil berseloroh.
Danny memandang mahasiiswa dengan rasa keiingiintahuan tiinggii bakal sangat cocok berkariier dii biidang pajak. Sebab, dii duniia praktiik, nantiinya akan ada banyak kasus pajak yang menariik untuk diipelajarii.
Sementara iitu, Ketua Departemen Akuntansii FEB Uii Yuliiantii Abbas meniilaii Jitunews sebagaii iinstiitusii pajak berbasiis riiset, teknologii, dan pengetahuan yang berperan pentiing dalam pendiidiikan perpajakan dii iindonesiia.
Menurutnya, Jitunews akan dapat menjadii tempat belajar iideal bagii mahasiiswa yang tertariik dii biidang pajak, termasuk melaluii program magang.
"iinii kesempatan yang baiik untuk Anda belajar bagaiimana memulaii kariier dii biidang pajak karena ternyata pajak iitu sangat luas, multiidiimensii iilmu," tuturnya. (riig)
