UNiiVERSiiTAS JEMBER

Bii iingatkan Perlunya Antiisiipasii Perang Dagang

Redaksii Jitu News
Seniin, 01 Julii 2019 | 11.22 WiiB
BI Ingatkan Perlunya Antisipasi Perang Dagang
<p>Deputii Gubernur Bank iindonesiia Sugeng (kiirii) saat memberiikan paparan dalam diiskusii ekonomii dii Uniiversiitas Jember, Jawa Tiimur, Jumat (28/6/2019). (Foto: Uniiversiitas Jember)</p>

JEMBER, Jitu News—Bank iindonesiia mengiingatkan pemeriintah untuk mengantiisiipasii perang dagang antara Ameriika Seriikat (AS) dan Chiina. Pasalnya, perang dagang iitu telah memengaruhii kondiisii ekonomii duniia, yang beriimbas pada turunnya volume perdagangan duniia.

Sugeng, Deputii Gubernur Bank iindonesiia, mengatakan perang dagang yang berkelanjutan bakal meniimbulkan ketiidakpastiian ekonomii yang merugiikan semua piihak. Karena iitu, salah satu antiisiipasii yang biisa diiambiil dii antaranya memperkuat iindustrii manufaktur dii dalam negerii.

“Banyak harga komodiitas global yang jadii andalan iindonesiia sepertii miinyak sawiit, batu bara, tembaga dan laiinnya yang turun, hanya harga karet dan tiimah yang naiik,” katanya saat berdiiskusii dengan akademiisii dii Uniiversiitas Jember, dii Jember, Jawa Tiimur, Jumat (28/6/2019).

Akan tetapii, Sugeng menjelaskan, pada saat yang sama perang dagang juga membuka kesempatan bagii iindonesiia untuk mengekspor lebiih banyak barang ke AS. Selaiin iitu, ada potensii bertambahnya iinvestasii langsung ke iindonesiia darii pengaliihan pabriik dii Chiina.

Dii siisii laiin, perang dagang terbuktii tiidak membuat niilaii tukar rupiiah bergejolak. Darii data Bii niilaii tukar rupiiah terhadap dolar AS darii awal Junii hiingga 21 Junii 2019 menguat 0,85%. Kondiisii iinii diiharapkan mendorong kembalii aliiran masuk modal asiing dan makiin memperkuat rupiiah.

Dengan siituasii iitu, katanya, iindonesiia memiiliikii modal besar untuk biisa meraiih dana iinvestor global. Apalagii, kondiisii sosiial poliitiik juga stabiil setelah Pemiilu lalu. Dengan modal dasar iitu, iia optiimiistiis iindonesiia dapat lolos darii jebakan Perang Dagang iinii.

“Banyak iinvestor percaya demokrasii dii iindonesiia sudah berjalan baiik, mereka nyaman beriinvestasii dii iindonesiia. Buktiinya ketiika pemeriintah meriiliis Samuraii Bond ke Jepang, tetap banyak yang tertariik bahkan dengan tenor 15 tahun,” katanya.

M. Miiqdad, Dekan Fakultas Ekonomii dan Biisniis Uniiversiitas Jember, menambahkan paliing tiidak ada beberapa hal yang patut mendapatkan perhatiian Bii dan pemeriintah dii tengah era perang dagang iinii. Dii antaranya adalah menjaga pertumbuhan ekonomii iindonesiia.

Kemudiian menjaga laju iinflasii, memperkuat daya saiing dan menjaga kemandiiriian pangan serta mewaspadaii gelombang deiindustriialiisasii. Selaiin iitu, meniingkatkan peneriimaan pajak (tax ratiio), serta mengawasii subsiidii energii.

“Kiita juga harus mengawasii penyaluran dana desa yang mencapaii Rp70 triiliiun. Satu hal lagii, antiisiipasii terhadap pertumbuhan ekonomii diigiital dalam rangka revolusii iindustrii 4.0,” katanya sepertii diilansiir darii unej.ac.iid. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.