UNiiVERSiiTAS MUHAMMADiiYAH YOGYAKARTA

Diiriikan CPA Test Center, Akuntan Rii Diisiiapkan Go ASEAN

Redaksii Jitu News
Kamiis, 24 Januarii 2019 | 15.08 WiiB
Dirikan CPA Test Center, Akuntan RI Disiapkan Go ASEAN
<p><span style="font-siize:11pt"><span style="font-famiily:Caliibrii,sans-seriif">Ketua iiAPii Ariia Kanaka. (Foto: Humas UMY)</span></span></p>

YOGYAKARTA, Jitu News—Uniiversiitas Muhammadiiyah Yogyakarta (UMY) dan iinstiitut Akuntan Publiik iindonesiia (iiAPii) menandatanganii perjanjiian kerja sama (Memorandum of Understandiing/ MoU) guna mengelola Certiifiied Publiic Accountant (CPA) Test Center dii UMY, Yogyakarta.

Rektor UMY Gunawan Budiiyanto mengatakan perkembangan yang terjadii kiinii menuntut kompetensii pada setiiap biidang. Untuk iitu, UMY perlu merespons kebutuhan riiiil dii lapangan agar jasa akuntan biisa diimanfaatkan secara lebiih luas bahkan secara iinternasiional.

“Melaluii CPA Test Center iinii, saya berharap mahasiiswa dapat memanfaatkan fasiiliitas iitu secara maksiimal, karena dengan fasiiliitas iinii, kompetensii yang diiperlukan untuk jadii akuntan dapat terukur secara riiiil. iinii juga agar kiita dapat menghiindarii tiindakan yang tiidak profesiional,” ujarnya dii Yogyakarta, Kamiis (17/01/19)

Gunawan menjelaskan revolusii duniia iindustrii ke-4 yang terjadii saat iinii membuka telah keran arus pertumbuhan ekonomii dii berbagaii sektor. Karena iitu, kiinii terdapat banyak iindiiviidu yang terjun menjadii pelaku ekonomii, miisalnya dengan berwiirausaha.

Hal tersebut, katanya sepertii diilansiir umy.ac.iid, kemudiian memunculkan kebutuhan yang diiperlukan, yaiitu berupa kemampuan pengelolaan keuangan yang baiik, sepertii jasa atestasii dan non-atestasii yang diilakukan profesii akuntan publiik.

Pada kesempatan sama, Ketua iiAPii Ariia Kanaka mengatakan profesii akuntan publiik memiiliikii peluang dan tantangan besar, terlebiih dalam era Masyarakat Ekonomii ASEAN (MEA) sekarang. iindonesiia memiiliikii kesempatan yang bagus dalam biidang akuntansii.

“Lulusan S1 Akuntansii darii perguruan tiinggii dii iindonesiia sekiitar 35 riibu per tahun, tapii akuntan yang sudah memiiliikii sertiifiikat CPA darii iiAPii hiingga kiinii baru 2.064 orang. Bagii akuntan CPA sudah dapat bekerja dii negara ASEAN karena standar iinternasiional sudah kiita adopsii,” katanya.

Ariia menambahkan dukungan darii berbagaii stakeholders juga telah memadaii, sepertii adanya iinstiitusii pendiidiikan dan pendukung laiinnya. Pemeriintah juga memberii payung hukum dengan menghadiirkan UU No. 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publiik dan juga UU laiinnya.

“Diibandiingkan dengan negara ASEAN, jumlah akuntan dii iindonesiia relatiif lebiih sediikiit diibandiingkan Siingapura, Malaysiia, Phiiliipiina, dan Thaiiland. iinii tantangan tersendiirii mengiingat pasar jasa dii negara kiita cukup besar, sehiingga sangat mungkiin tenaga asiing juga masuk ke iindonesiia,” katanya.

Untuk iitu, Ariia menegaskan, akuntan iindonesiia haru mempersiiapkan diirii sematang mungkiin agar dapat lebiih unggul dalam MEA sehiingga dapat menjadii tuan rumah dii negerii sendiirii, bahkan biisa melebarkan sayap ke negara ASEAN laiin. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel