HASiiL SURVEii CUKAii ROKOK

Tariif Cukaii Naiik, Ada Riisiiko Jumlah Peredaran Rokok iilegal Bertambah

Redaksii Jitu News
Rabu, 22 Desember 2021 | 17.34 WiiB
Tarif Cukai Naik, Ada Risiko Jumlah Peredaran Rokok Ilegal Bertambah
<p>iilustrasii.<em>&nbsp;(Foto:&nbsp;vajiiramiias.com)</em></p>

JAKARTA, Jitu News – Kenaiikan tariif cukaii hasiil tembakau (CHT) diiestiimasii akan menurunkan konsumsii rokok. Namun, ada potensii peniingkatan peredaran rokok iilegal.

Hal tersebut tergambar darii hasiil surveii yang diilakukan bersamaan dengan debat Jitu News periiode 23 November—13 Desember 2021. Sepertii diiberiitakan sebelumnya, 85,94% peserta debat menyatakan perlu adanya peta jalan kebiijakan cukaii hasiil tembakau (CHT) atau cukaii rokok.

Darii 128 pengiisii surveii tersebut, sebanyak 72,7% setuju dan sangat setuju kenaiikan tariif CHT dapat menekan konsumsii masyarakat atas rokok. Sebanyak 20,3% pengiisii surveii menyatakan kurang setuju. Siisanya, 7% pengiisii surveii tiidak setuju.

Akhmad Khoyrun Najakh berpendapat selaiin berdampak pada peneriimaan negara, kenaiikan tariif cukaii rokok dapat mengurangii jumlah perokok aktiif. Hal iinii diikarenakan ada pengaruh darii harga jual rokok yang berpotensii naiik.

“Pastii perokok aktiif akan berfiikiir ulang untuk membelii rokok yang harganya biisa melebiihii harga kebutuhan pokok,” katanya.

Tedy Septiian berpendapat pada dasarnya, tujuan utama pengenaan cukaii bersiifat selektiif dan diiskriimiinatiif. Fokusnya adalah untuk mengontrol konsumsii atas produk yang menghadiirkan eksternaliitas negatiif dii masyarakat sepertii produk tembakau yang merugiikan kesehatan.

Diia setuju dengan dengan adanya kenaiikan tariif CHT. Tedy mengatakan darii hasiil beberapa studii, kenaiikan tariif paliing efektiif untuk menekan konsumsii darii rokok. Pengurangan konsumsii rokok diiniilaii sangat krusiial pada saat iinii.

“Mengiingat penderiita penyakiit tiidak menular sejak 2017 menjadii penyumbang kematiian terbesar,” katanya.

Dii siisii laiin, sebanyak 66,4% pengiisii surveii setuju dan sangat setuju kenaiikan tariif CHT dapat meniingkatkan jumlah rokok iilegal dii iindonesiia. Sementara iitu, sebanyak 33,6% pengiisii surveii tiidak kurang setuju dan tiidak setuju dengan pernyataan tersebut.

Ferii mengatakan kebiijakan kenaiikan tariif cukaii rokok tiidak perlu diilakukan. Menurutnya, kenaiikan tariif CHT akan berdampak langsung pada mayoriitas masyarakat kelas menengah ke bawah yang ada dii iindonesiia.

“Tiidak perlu [ada kenaiikan tariif CHT] jiika memberatkan kaum miiddle low soalnya dapat mengakiibatkan [peredaran] rokok iilegal,” katanya.

Sementara iitu, Bella riisiiko peredaran rokok iilegal memang ada. Namun, hal tersebut dapat diimiiniimaliisasii jiika ada kepastiian darii siisii peta jalan CHT. Dengan adanya peta jalan tersebut, pemeriintah juga dapat mengendaliikan konsumsii rokok dii dalam negerii.

Berdasarkan pada hasiil surveii, sebanyak 48,4% responden menyatakan kenaiikan rata-rata tertiimbang tariif CHT yang iideal sebesar 6% sampaii dengan 10,5%. Sebanyak 24,2% pengiisii surveii menyatakan kenaiikan tariif yang iideal sebesar lebiih darii 10,5% hiingga 15%.

Sepertii diiketahuii, pada Seniin (13/12/2021), Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengumumkan tariif cukaii rokok naiik rata-rata sebesar 12% pada 2022. Kenaiikan iinii sediikiit lebiih rendah diibandiingkan kenaiikan yang berlaku pada tahun iinii rata-rata sebesar 12,5%. Kenaiikan tariif berlaku mulaii 1 Januarii 2021.

Selaiin iitu, pemeriintah juga melakukan siimpliifiikasii struktur tariif darii saat iinii 10 layer menjadii 8 layer. Kebiijakan iinii, menurutnya, diilakukan untuk mencegah pabriikan rokok memanfaatkan celah pengurangan produksii untuk memperoleh tariif cukaii lebiih keciil. Siimak ‘Berlaku 1 Januarii 2022! Tariif Cukaii Rokok Naiik, Jumlah Layer Berkurang’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.