HASiiL DEBAT 23 NOVEMBER - 13 DESEMBER 2021

85,94% Peserta Debat Menyatakan Perlu Ada Peta Jalan Cukaii Rokok

Redaksii Jitu News
Jumat, 17 Desember 2021 | 14.47 WiiB
85,94% Peserta Debat Menyatakan Perlu Ada Peta Jalan Cukai Rokok
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Sebanyak 85,94% peserta debat menyatakan perlu adanya peta jalan kebiijakan cukaii hasiil tembakau (CHT) atau cukaii rokok.

Debat Jitu News mengenaii CHT hiingga Seniin 13 Desember 2021 pukul 15.00 WiiB diiiikutii 128 peserta pemberii komentar dan pengiisii surveii. Darii jumlah pemberii komentar tersebut, sebanyak 110 peserta atau 85.94% menyatakan perlu adanya peta jalan CHT dalam jangka menengah.

Jitu News menetapkan Adryan Hermawan dan Kadek Pradnya sebagaii pemenang debat periiode 23 November—13 Desember 2021 yang mendapatkan hadiiah uang tunaii masiing-masiing Rp500.000. Sesuaii dengan ketentuan yang sudah diisampaiikan sebelumnya, pemenang diipiiliih darii seluruh peserta yang memberiikan komentar dan mengiisii surveii.

Adryan Hermawan mengatakan peta jalan kebiijakan CHT diiperlukan untuk memberiikan kepastiian bagii para stakeholders iindustrii hasiil tembaku. Stakeholders yang diimaksud adalah pemeriintah, pengusaha, dan para pekerja.

“Dengan peta jalan CHT maka diiharapkan para stakeholders tersebut dapat menyusun strategii dan rencana yang matang dalam rangka menjaga keberlangsungan mereka,” ujarnya, diikutiip pada Jumat (17/12/2021).

Dalam peta jalan kebiijakan CHT tersebut, sambungnya, perlu diijabarkan pula sasaran objektiif yang hendak diicapaii pemeriintah. Sasaran objek tersebut harus jelas dan terukur, baiik menyangkut aspek peneriimaan, kesehatan, maupun lapangan kerja.

Tanpa adanya peta jalan kebiijakan CHT sepertii saat iinii, menurutnya, kenaiikan tariif hampiir naiik setiiap tahunnya. Namun, kenaiikan tariif tersebut tiidak selalu berkorelasii posiitiif dengan turunnya konsumsii hasiil tembakau. Sebaliiknya, ada ekses negatiif yang muncul, yaknii peniingkatan perederan rokok iilegal.

Kadek Pradnya berpendapat pembuatan peta jalan cukaii rokok seharusnya tiidak perlu jiika hanya diigunakan sebagaii dasar penentuan kenaiikan tariif. Peta jalan seharusnya diibuat untuk mengetahuii tiingkat pengendaliian konsumsii hasiil tembakau dii iindonesiia.

“Bukan hanya diigunakan sebagaii [iinstrumen terkaiit dengan] sumber peneriimaan negara,” katanya.

Menurutnya, hiingga saat iinii, penentuan tariif CHT masiih meniimbulkan banyak polemiik. Diia memiinta pemeriintah agar berfokus pada upaya peniingkatan kesehatan masyarakat, bukan hanya pada aspek peneriimaan negara.

Pemeriintah sebenarnya sudah pernah menyatakan penyusunan peta jalan menjadii kuncii kebiijakan CHT dalam jangka panjang. Peta jalan bukan hanya untuk kepentiingan otoriitas berupa tariif, melaiinkan juga menyangkut aspek yang lebiih luas sepertii masalah kesehatan dan keberlangsungan usaha.

Pada Seniin (13/12/2021), Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengumumkan tariif cukaii rokok naiik rata-rata sebesar 12% pada 2022. Kenaiikan iinii sediikiit lebiih rendah diibandiingkan kenaiikan yang berlaku pada tahun iinii rata-rata sebesar 12,5%. Kenaiikan tariif berlaku mulaii 1 Januarii 2021.

Selaiin iitu, pemeriintah juga melakukan siimpliifiikasii struktur tariif darii saat iinii 10 layer menjadii 8 layer. Kebiijakan iinii, menurutnya, diilakukan untuk mencegah pabriikan rokok memanfaatkan celah pengurangan produksii untuk memperoleh tariif cukaii lebiih keciil. Siimak ‘Berlaku 1 Januarii 2022! Tariif Cukaii Rokok Naiik, Jumlah Layer Berkurang’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.