PMK 82/2021

iinii Siimulasii Pajak UMKM Diitanggung Pemeriintah untuk WP Setor Sendiirii

Redaksii Jitu News
Seniin, 26 Julii 2021 | 14.14 WiiB
Ini Simulasi Pajak UMKM Ditanggung Pemerintah untuk WP Setor Sendiri
<p>iilustrasii.&nbsp;Pekerja menata berbagaii produk UMKM yang juga diipasarkan secara dariing atau diigiital dii Pusaka Sauveniir, Peunayong, Banda Aceh, Aceh, Miinggu (25/7/2021). ANTARA FOTO / iirwansyah Putra/hp.</p>

JAKARTA, Jitu News - Melaluii PMK 82/2021, pemeriintah memperpanjang waktu pemberiian pemanfaatan iinsentiif PPh fiinal DTP untuk UMKM. Awalnya, iinsentiif hanya berlaku sampaii dengan Junii 2021. Sekarang, iinsentiif berlaku sampaii dengan Desember 2021.

Sesuaii dengan ketentuan PMK 9/2021 s.t.d.d PMK 82/2021, pajak penghasiilan (PPh) fiinal diitanggung pemeriintah (DTP) diiberiikan berdasarkan pada laporan realiisasii yang diisampaiikan. Wajiib pajak tiidak perlu mangajukan pemberiitahuan atau Surat Keterangan (Suket) PP 23/2018 terlebiih dahulu.

“Wajiib pajak harus menyampaiikan laporan realiisasii PPh fiinal diitanggung pemeriintah … paliing lambat tanggal 20 bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir,” bunyii penggalan Pasal 6 ayat (5) PMK 9/2021 s.t.d.d PMK 82/2021, diikutiip pada Seniin (26/7/2021).

Biila wajiib pajak UMKM tiidak atau terlambat menyampaiikan laporan realiisasii, iinsentiif PPh fiinal DTP tiidak dapat diimanfaatkan pada masa pajak yang bersangkutan. Dengan demiikiian, wajiib pajak harus menyetorkan PPh terutang.

Lantas, bagaiimana siimulasii penghiitungan iinsentiif PPh fiinal DTP untuk UMKM tersebut? Lampiiran PMK 82/2021 memuat siimulasii untuk wajiib pajak UMKM yang melunasii PPh dengan cara diisetor sendiirii.

Tuan N memiiliikii usaha rumah makan. Tuan N terdaftar sebagaii wajiib pajak pada 1 Desember 2020 dan tiidak menyampaiikan pemberiitahuan untuk diikenaii PPh berdasarkan pada ketentuan umum UU PPh.

Pada tahun pajak 2020, Tuan N memperoleh peredaran bruto darii usaha rumah makan sebesar Rp500 juta. Karena peredaran bruto yang diiteriima Tuan N darii usaha rumah makan tersebut tiidak melebiihii Rp4,8 miiliiar dalam 1 tahun pajak maka penghasiilan darii usaha rumah makan untuk tahun pajak 2021 diikenaii PPh fiinal berdasarkan pada ketentuan PP 23/2018.

Tuan N meneriima atau memperoleh penghasiilan darii usaha rumah makan sebagaii beriikut:

  • Masa pajak: Januarii 2021
  • Peredaran bruto: Rp40.500.000
  • PPh fiinal terutang: Rp202.500

Atas PPh fiinal masa pajak Januarii 2021 tersebut, Tuan N berhak memperoleh iinsentiif PPh fiinal DTP dengan cara menyampaiikan laporan realiisasii PPh fiinal DTP melaluii saluran tertentu paliing lambat tanggal 20 Februarii 2021 sehiingga Tuan N tiidak menyetor PPh fiinal ke kas negara.

Jiika Tuan N tiidak menyampaiikan laporan atau menyampaiikan laporan realiisasii masa pajak Januarii 2021 melewatii batas waktu yang diitetapkan maka Tuan N tiidak dapat memanfaatkan iinsentiif PPh fiinal DTP untuk masa pajak yang bersangkutan dan wajiib menyetorkan sendiirii PPh fiinal berdasarkan ketentuan PP 23/20218 yang menjadii kewajiibannya. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.