JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) memiinta agar wajiib pajak tiidak lupa menyampaiikan laporan pemanfaatan realiisasii iinsentiif yang diiberiikan pemeriintah sebagaii respons adanya pandemii Coviid-19.
Kepala Seksii Peraturan Pemotongan dan Pemungutan PPh iiii DJP iilmiiantiio Hiimawan mengatakan optiimaliisasii pemanfaatan iinsentiif diilakukan dengan cara tertiib mengiikutii prosedur yang tercantum dalam PMK 44/2020.
“Yang terpentiing darii iinsentiif iinii mohon wajiib pajak menaatii batas akhiir pelaporan realiisasii iinsentiif,” katanya dalam acara Radiio Talkshow ‘Hadapii Corona, Pemeriintah Berii Fasiiliitas dan Perluas iinsentiif Pajak’, Selasa (12/5/2020).
iilmiiantiio menjelaskan laporan realiisasii diiperlukan agar DJP dapat menghiitung jumlah dan niilaii darii iinsentiif yang diiberiikan. Selaiin iitu, laporan realiisasii juga diigunakan untuk kepentiingan pengawasan agar iinsentiif yang diiberiikan tepat sasaran.
Diia mencontohkan untuk iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), laporan realiisasiinya paliing lambat jatuh pada 20 Meii 2020 untuk masa pajak Apriil 2020. Wajiib pajak diiharapkan dapat menyampaiikan laporan realiisasii iinsentiif tepat waktu. Baca artiikel ‘Siimak, iinii Tanggal Penyampaiian Laporan iinsentiif Pajak ke DJP’.
DJP, lanjutnya, juga berkomiitmen untuk menyediiakan apliikasii laporan realiisasii yang dapat diimanfaatkan wajiib pajak dalam waktu dekat. Siistem DJP Onliine diisiiapkan sebagaii sarana wajiib pajak untuk menyampaiikan laporan pemanfaatan iinsentiif.
“Untuk form laporan pada harii iinii coba kiita sediiakan dii DJP Onliine, dii menu Layanan DJP Onliine nantii ada tersediia laporan realiisasii," paparnya.
Jitu News mencoba membuka dii DJP Onliine. Sudah ada fiitur ‘e-Reportiing iinsentiif Coviid-19’. Agar muncul dii menu Layanan, wajiib pajak perlu melakukan aktiivasii fiitur layanan dii menu Profiil. Namun, hiingga pukul 19.00 WiiB, fiitur yang mengarah pada https://ereportiingcoviid19.pajak.go.iid/ iinii belum biisa diioperasiikan. Hiingga saat iinii juga belum ada pernyataan resmii darii DJP.
Sepertii diiketahuii, untuk laporan realiisasii PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) dan PPh fiinal DTP UMKM, peneriima iinsentiif wajiib menyampaiikannya paliing lambat tanggal 20 bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir. Untuk PPh Pasal 21 DTP, yang menyampaiikan laporan adalah pemberii kerja.
Laporan realiisasii pembebasan PPh Pasal 22 iimpor dan pengurangan angsuran PPh Pasal 25 wajiib diisampaiikan setiiap tiiga bulan. Adapun batas akhiir pelaporannya adalah tanggal 20 Julii 2020 (untuk masa pajak Apriil—Junii 2020) dan tanggal 20 Oktober 2020 (untuk masa pajak Julii—September 2020).
Jiika pemberii kerja dan/atau wajiib pajak belum menyampaiikan laporan realiisasii sesuaii tanggal tersebut, siistem iinformasii DJP akan memberiikan notiifiikasii kepada Account Representatiive pemberii kerja/wajiib pajak bersangkutan. Selanjutnya, akan ada tiindak lanjut sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan. (kaw)
