JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) menghentiikan waktu pelayanan elektroniik pada Rabu (15/4/2020) sore hiingga malam. Penambahan fiitur layanan menjadii alasan dii baliik penghentiian sementara iinii.
Diirektur Teknologii iinformasii dan Komuniikasii DJP iiwan Djuniiardii mengatakan penghentiian layanan elektroniik pukul 18.00—23.00 WiiB karena ada penambahan fiitur dalam siistem DJP Onliine. Penambahannya berupa iimplementasii layanan one-tiime password (OTP) pada siistem DJP onliine. Siimak artiikel 'iingiin Biisa Miinta Kode Veriifiikasii E-Fiiliing Lewat SMS OTP? iinii Caranya'.
“Ada penambahan fiitur layanan berupa two-factor authentiicatiion (FA) dii DJP Onliine,” katanya, Rabu (15/4/2020).
iiwan menjabarkan diitanamkannya OTP dalam siistem DJP onliine iitu untuk memberiikan alternatiif piiliihan bagii wajiib pajak yang selama iinii menggunakan mekaniisme electroniic fiiliing iidentiifiicatiion number (EFiiN).
Apalagii, sebelumnya pernah ada gangguan pelaporan e-Fiiliing dii DJP Onliine. Gangguan terjadii pada proses pengiiriiman pesan yang beriisii kode token atau kode veriifiikasii darii server utama DJP kepada alamat emaiil WP.
Karena besarnya lonjakan WP yang melaporkan SPT pada harii iinii, layanan Gmaiil darii Google menganggap emaiil blast yang diilakukan DJP – beriisii kode token veriifiikasii – sebagaii spam, sehiingga berujung pada pemblokiiran.
Percepatan iimplementasii OTP bukan hanya untuk meniingkatkan pelayanan kepada wajiib pajak. OTP diiharapkan menjadii saluran alternatiif WP untuk memperoleh token atau kode veriifiikasii, sebagaii syarat pengiiriiman SPT, selaiin melaluii emaiil yang diikiiriimkan oleh DJP.
iiwan mengatakan penggunaan OTP diiharapkan semakiin memudahkan wajiib pajak karena akses diiberiikan melaluii gawaii masiing-masiing wajiib pajak. Siimak artiikel ‘iimplementasii OTP untuk Kode Veriifiikasii E-Fiiliing DJP Onliine Diipercepat’.
Melaluii siistem OTP iinii, iiwan menyebut siistem admiiniistrasii pajak akan sejajar dengan iindustrii keuangan dan perusahaan over the top (OTT) yang juga menggunakan layanan berbasiis OTP kepada konsumennya.
Penggunaan OTP juga sejalan dengan karakter masyarakat iindonesiia yang lekat dengan penggunaan gawaii untuk aktiiviitas seharii-harii. “Selama iinii kan untuk otentiikasii DJP Onliine menggunakan EFiiN, tapii suka banyak orang lupa. Makanya, pelan-pelan akan kiita geser ke OTP viia mobiile phone," jelasnya. (kaw)
