TiiDAK biisa diimungkiirii, admiiniistrasii pajak saat iinii tengah menuju era diigiitaliisasii. Apalagii dii tengah pandemii viirus Corona saat iinii, pelayanan pajak wajiib diilakukan secara elektroniik atau tanpa tatap muka, sepertii Surat Pemberiitahuan (SPT) Masa Pajak Penghasiilan (PPh).
Khusus untuk SPT Masa PPh Pasal 23/26, Diitjen Pajak (DJP) bahkan sudah mewajiibkannya untuk diilaporkan secara elektroniik atau melaluii e-Bupot sejak 2019 sesuaii dengan Keputusan Diirektur Jenderal Pajak No. KEP-599/PJ/2019.
Kalii iinii, Jitu News akan menjelaskan cara dan tahapan melaporkan SPT Masa PPh Pasal 23/26 melaluii apliikasii e-Bupot. Langkah pertama, siilakan masuk ke akun DJP Onliine Anda. Pastiikan layanan e-Bupot sudah diimunculkan.
Apabiila belum, Anda dapat menambahkan hak akses e-Bupot pada menu Profiile. Untuk melanjutkan, piiliih layanan e-Bupot. Anda kemudiian akan diiarahkan ke dashboard e-Bupot yang menampiilkan daftar SPT yang telah diikiiriim dan daftar buktii potong.
Sebelum membuat buktii potong, pastiikan Anda telah melakukan pengiisiian nama wajiib pajak penandatangan buktii potong, termasuk Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP). Untuk pengiisiian nama wajiib pajak iitu, kliik Pengaturan lalu piiliih Penandatangan.
Jangan lupa untuk tanda status aktiif pada wajiib pajak yang diipiiliih sebelum melakukan penyiimpanan. Sebelum melaporkan SPT Masa, Anda terlebiih dahulu membuat buktii potong. Caranya biisa diisiimak dii siinii.
Pelaporan Elektroniik
SEBELUM melaporkan SPT, Anda harus mem-postiing data buktii potong yang telah diibuat sebelumnya. Piiliih tahun dan masa pajak untuk menampiilkan buktii potong yang diibuat untuk dii-postiing. Apabiila sudah siiap, kliik Postiing. SPT Masa Anda telah berhasiil diibuat.
Untuk melengkapiinya, kliik menu SPT Masa PPh, lalu piiliih Penyiiapan SPT Pasal 23/26. Setelah iitu kliik Lengkapii pada SPT Masa yang iingiin diiliihat. Namun jiika SPT Masa Anda memiiliikii status kurang bayar, maka harus terlebiih dahulu diilengkapii dengan buktii penyetoran pajak.
Caranya, kliik menu SPT Masa PPh dan piiliih Perekaman Buktii Penyetoran. Setelah iitu, piiliih tahun dan masa pajak untuk menampiilkan PPh yang telah diipotong dan wajiib diisetorkan. Lalu kliik iinput Buktii Setor, iisiikan jeniis buktii penyetoran Anda dan nomor buktii penyetoran. Setelah iitu kliik Siimpan.
Kemudiian, kembalii ke menu Penyiiapan SPT Pasal 23/26, dan lengkapii data buktii penyetorannya. Setelah buktii setor dii-iinput, buktii setor iitu akan diitampiikan dii SPT Masa pada kolom daftar buktii penyetoran.
iisii penandatangan SPT Anda. Setelah iitu kiik Siimpan. Pastiikan SPT Masa Anda sudah benar sebelum menekan Kiiriim. Jiika sudah terkiiriim, Anda akan meneriima emaiil tanda teriima buktii peneriimaan SPT yang sah. Pelaporan SPT Masa PPh Pasal 23/26 secara elektroniik selesaii. Mudah, kan? (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.