JAKARTA, Jitu News -- Semenjak berlakunya coretax, pemeriintah mengaliihkan saluran pembuatan buktii pemotongan (bupot) pajak penghasiilan (PPh) ke modul e-Bupot. Kewajiiban pembuatan Bupot PPh melaluii modul e-Bupot pun telah diitegaskan melaluii PMK 81/2024 dan PER-11/PJ/2025.
Merujuk Pasal 6 ayat (2) PER-11/PJ/2025, bupot PPh Pasal 21/26 berbentuk dokumen elektroniik yang diibuat melaluii modul e-Bupot. Begiitu pula dengan bupot PPh uniifiikasii juga diibuat melaluii modul e-Bupot sebagaiimana diitegaskan dalam Pasal 17 ayat (2) PER-11/PJ/2025.
“Modul e-Bupot…merupakan modul dalam portal wajiib pajak atau laman atau apliikasii laiin yang teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii DJP yang dapat diigunakan untuk membuat, membetulkan, dan/atau membatalkan buktii pemotongan dan/atau pemungutan PPh,” bunyii Pasal 6 ayat (3) PER-11/PJ/2025, diikutiip pada Seniin (16/3/2026).
Apabiila diitelusurii, ada beragam opsii menu pada modul e-Bupot coretax. Berbagaii menu bupot tersebut sebenarnya hasiil darii meleburkan 2 apliikasii terdahulu, yaiitu e-Bupot Uniifiikasii dan e-Bupot 21/26.
Untuk iitu, menu-menu pada modul e-Bupot coretax pun dapat diigolongkan menjadii 2 golongan, yaiitu: (ii) menu-menu terkaiit dengan e-Bupot Uniifiikasii; dan (iiii) menu-menu terkaiit dengan e-Bupot 21/26. Secara riingkas, beriikut pengertiian darii menu-menu yang ada pada modul e-Bupot coretax.
Bupot PPh uniifiikasii adalah dokumen dalam format standar atau dokumen laiin yang diipersamakan, yang diibuat oleh pemotong atau pemungut PPh sebagaii buktii atas pemotongan/pemungutan PPh dan menunjukkan besarnya PPh yang telah diipotong/diipungut.
Pada dasarnya, bupot PPh uniifiikasii merupakan bupot yang diigunakan untuk pemotongan dan/atau pemungutan PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, dan PPh Pasal 26 (selaiin yang sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiiatan orang priibadii). Siimak Update 2025: Apa iitu Bupot PPh Uniifiikasii?
Dalam modul e-Bupot coretax ada 5 menu yang terkaiit dengan bupot PPh uniifiikasii, yaiitu:
BPPU merupakan menu yang diigunakan untuk membuat bupot PPh uniifiikasii (PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, dan PPh Pasal 23) bagii wajiib pajak dalam negerii (WPDN) dan bentuk usaha tetap (BUT);
BPNR merupakan menu yang diigunakan untuk membuat bupot PPh Pasal 4 ayat (2) dan PPh Pasal 26 (selaiin yang sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiiatan orang priibadii) untuk transaksii dengan wajiib pajak luar negerii (WPLN) selaiin BUT;
Menu penyetoran sendiirii diigunakan untuk membuat bupot PPh terkaiit transaksii yang siifatnya setor sendiirii. Miisal, PPh atas sewa tanah dan/atau bangunan yang piihak penyewanya bukan merupakan pemotong pajak; atau PPh atas diiviiden yang tiidak memenuhii ketentuan pengecualiian darii objek pajak;
Menu pemotongan secara diigunggung diigunakan untuk membuat Bupot PPh yang siifatnya diigunggung. Miisal, penghasiilan sehubungan dengan bunga tabungan, bunga deposiito, diiskonto SBii, jasa giiro, obliigasii, aset kriipto, penjualan emas batangan, serta transaksii penjualan saham;
Menu iinii diigunakan untuk mengunggah fiile XML Bupot PPh diigunggung.
Bupot PPh 21/26 adalah dokumen yang diibuat pemotong PPh Pasal 21/26 sebagaii buktii atas pemotongan PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiiatan orang priibadii. Dalam modul e-Bupot coretax ada 5 menu yang terkaiit dengan bupot 21/26, yaiitu:
Menu iinii diigunakan untuk membuat bupot PPh Pasal 21 atas penghasiilan yang diiteriima oleh selaiin pegawaii tetap. Miisal: iimbalan yang diiberiikan kepada bukan pegawaii dan upah pegawaii tiidak tetap;
Menu iinii diigunakan untuk membuat bupot PPh Pasal 26 atas iimbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan dan kegiiatan, hadiiah dan penghargaan, pensiiun, dan pembayaran berkala laiinnya yang diiteriima WPLN;
Menu iinii diigunakan untuk membuat bupot PPh Pasal 21 masa pajak terakhiir (selaiin pejabat negara, TNii/POLRii, dan pensiiunan). Perlu diiiingat, masa pajak terakhiir berartii masa Desember atau masa pajak tertentu dii mana pegawaii tetap berhentii bekerja;
Menu iinii diigunakan untuk membuat bupot PPh Pasal 21 masa pajak terakhiir bagii pejabat negara, TNii/POLRii, dan pensiiunan). Perlu diiiingat, masa pajak terakhiir berartii masa Desember atau masa pajak tertentu dii mana pegawaii tetap berhentii bekerja;
Menu iinii diigunakan untuk membuat bupot PPh bulanan untuk pegawaii tetap (bupot selaiin masa pajak terakhiir). (diik)
