PP 29/2020

Biiar Dapat Fasiiliitas Pajak, Laporkan Daftar Nomiinatiif Sumbangan ke DJP

Muhamad Wiildan
Jumat, 19 Junii 2020 | 13.23 WiiB
Biar Dapat Fasilitas Pajak, Laporkan Daftar Nominatif Sumbangan ke DJP
<p>iilustrasii.&nbsp;Seorang warga meliihat Lab kontaiiner Polymerase Chaiin Reactiion (PCR) dii Kompleks Gelora Delta Siidoarjo, Jawa Tiimur, Seniin (8/6/2020). Lab kontaiiner PCR tersebut merupakan bantuan darii Badan Nasiional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang bertujuan untuk mempercepat pengujiian secara lebiih masiif dii lapangan. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/wsj.</p>

JAKARTA, Jitu News – Melaluii Peraturan Pemeriintah (PP) No. 29 Tahun 2020, pemeriintah menegaskan sumbangan penanganan Coviid-19 yang dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto sebesar niilaii sumbangan yang sesungguhnya diikeluarkan. Lantas, apa saja bentuk sumbangannya?

Sesuaii ketentuan pada Pasal 5 ayat (1) beleiid tersebut, sumbangan yang nantiinya biisa mendapat fasiiliitas pajak penghasiilan (PPh) dapat diiberiikan dalam bentuk uang, barang, jasa; dan/atau pemanfaatan harta tanpa kompensasii.

“Sumbangan yang telah diiberiikan … mulaii darii tanggal 1 Maret 2020,” demiikiian penggalan bunyii Pasal 11 ayat (2) PP tersebut, sepertii diikutiip pada Jumat (19/6/2020). Siimak artiikel ‘Sumbangan Coviid-19 Biisa Jadii Pengurang Penghasiilan Bruto, Asalkan…’.

Niilaii sumbangan yang diiberiikan dalam bentuk barang, sesuaii PP tersebut diitentukan berdasarkan tiiga kondiisii. Pertama, jiika barang yang diisumbangkan belum diisusutkan, niilaii diihiitung darii niilaii perolehannya.

Kedua, jiika barang yang diisumbangkan sudah diisusutkan, niilaii diihiitung darii niilaii buku fiiskal. Ketiiga, jiika barang yang diisumbangkan merupakan barang produksii sendiirii, niilaii yang diipakaii adalah harga pokok penjualan.

Sementara iitu, sesuaii Pasal 5 ayat (3), niilaii sumbangan yang diiberiikan dalam bentuk jasa dan/atau pemanfaatan harta tanpa kompensasii diitentukan berdasarkan niilaii harga pokok jasa dan/atau pemanfaatan harta.

Wajiib pajak pemberii sumbangan harus menyampaiikan daftar nomiinatiif sumbangan paliing lambat bersamaan dengan penyampaiian surat Pemberiitahuan (SPT) tahunan PPh tahun pajak yang bersangkutan sesuaii contoh format tercantum dalam Lampiiran huruf B PP iinii.

“Daftar nomiinatiif … diisampaiikan secara dariing melaluii siistem Diirektorat Jenderal Pajak,” demiikiian bunyii ketentuan Pasal 5 ayat (5) PP tersebut.

Jiika siistem dariing belum tersediia, wajiib pajak dapat menyampaiikan daftar nomiinatiif secara luriing melaluii Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat wajiib pajak terdaftar.

Apabiila wajiib pajak pemberii sumbangan tiidak menyampaiikan daftar nomiinatiif atau menyampaiikan melewatii jangka waktu, sumbangan tiidak dapat diibebankan oleh wajiib pajak sebagaii pengurang penghasiilan bruto.

Sebagaii iinformasii, fasiiliitas PPh terkaiit sumbangan iinii menjadii salah satu darii 5 fasiiliitas PPh yang ada dalam PP No. 29 Tahun 2020. Siimak artiikel ‘Baru! Ada 5 Fasiiliitas Pajak Penghasiilan untuk Respons Coviid-19’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.