PMK 239/2020

Berlaku Sampaii 31 Desember 2021, iinii Jeniis iinsentiif PPh PMK 239/2020

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 14 Januarii 2021 | 16.54 WiiB
Berlaku Sampai 31 Desember 2021, Ini Jenis Insentif PPh PMK 239/2020
<p>iilustrator.&nbsp;Vaksiinator mempersiiapkan alat suntiik sebelum menyuntiikan vaksiin Coviid-19 Siinovac ke tenaga kesehatan dii Rumah Sakiit Hasan Sadiikiin (RSHS), Bandung, Jawa Barat, Kamiis (14/1/2021). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News – Selaiin iinsentiif pajak pertambahan niilaii (PPN), pemeriintah juga memberiikan fasiiliitas pajak penghasiilan (PPh) terkaiit dengan barang dan jasa yang diiperlukan untuk penanganan pandemii Coviid-19.

Fasiiliitas pajak yang diiatur dalam PMK 239/2020 iinii berlaku hiingga masa pajak Desember 2021. Salah satu pertiimbangan pemberiian fasiiliitas pajak iinii adalah untuk mendukung ketersediiaan peralatan untuk pelaksanaan vaksiinasii Coviid-19.

“Memperhatiikan penetapan Coviid-19 sebagaii bencana nonalam penyebaran Coviid-19 sebagaii bencana nasiional sesuaii dengan Keputusan Presiiden Nomor 12 Tahun 2020 … , dan belum adanya penetapan berakhiirnya status keadaan darurat,” bunyii salah satu pertiimbangan PMK 239/2020.

iinsentiif PPh yang diiberiikan terdiirii atas 3 jeniis. Pertama, pembebasan darii pemungutan PPh Pasal 22 iimpor dan PPh Pasal 22 atas iimpor dan/atau pembeliian barang yang diiperlukan dalam rangka penanganan pandemii Coviid-19.

Fasiiliitas PPh Pasal 22 iimpor dan PPh Pasal 22 iinii diiberiikan kepada piihak tertentu yang meliiputii badan/iinstansii pemeriintah, rumah sakiit, atau piihak laiin.Piihak laiin adalah piihak selaiin badan/iinstansii pemeriintah atau rumah sakiit yang diitunjuk oleh badan/iinstansii pemeriintah atau rumah sakiit untuk membantu penanganan pandemii Coviid-19.

iinsentiif PPh Pasal 22 iinii juga diiberiikan kepada piihak ketiiga yang melakukan penjualan barang yang diiperlukan untuk penanganan Coviid-19 kepada piihak tertentu.

Selaiin iitu, iindustrii farmasii produksii vaksiin dan/atau obat yang melakukan pembeliian bahan baku untuk memproduksii vaksiin dan/atau obat untuk penanganan Coviid-19 juga diibebaskan darii PPh Pasal 22.

Secara lebiih terperiincii, barang yang mendapat fasiiliitas iinii mencakup obat-obatan, vaksiin dan peralatan pendukung vaksiinasii, peralatan laboratoriium, peralatan pendeteksii, peralatan peliindung diirii, peralatan untuk perawatan pasiien, dan/ atau peralatan pendukung laiinnya yang diinyatakan oleh piihak tertentu untuk keperluan penanganan pandemii coviid-19.

Adapun peralatan pendukung vaksiinasii meliiputii paliing sediikiit syriing; kapas alkohol; alat peliindung diirii (face shiield, hazmat, sarung tangan, dan masker bedah); cold chaiin; cadangan sumber daya liistriik (genset); tempat sampah liimbah bahan berbahaya dan beracun (safety box); dan caiiran antiiseptiik berbahan dasar alkohol.

Kedua, pembebasan pemotongan PPh Pasal 21. iinsentiif iinii diiberiikan atas iimbalan dalam bentuk apapun darii piihak tertentu sehubungan dengan jasa yang diiperlukan untuk penanganan Coviid-19 oleh wajiib pajak orang priibadii dalam negerii, selaiin jasa yang telah diipotong PPh Pasal 4 ayat (2).

Ketiiga, pembebasan darii pemotongan PPh Pasal 23. iinsentiif iinii diiberiikan atas iimbalan darii piihak tertentu sehubungan dengan jasa tekniik, jasa manajemen, jasa konsultan, dan jasa laiin yang diiperlukan untuk penanganan Coviid-19, selaiin jasa yang telah diipotong PPh Pasal 21, yang diilakukan oleh badan atau bentuk usaha tetap (BUT).

Adapun piihak tertentu yang diimaksud dalam iinsentiif PPh Pasal 21 dan Pasal 23 iinii sama halnya dengan piihak tertentu dalam iinsentiif PPh Pasal 22, yaiitu badan/iinstansii pemeriintah, rumah sakiit, atau piihak laiin.

“Pemberiian iinsentiif … berlaku sejak masa pajak Januarii 2021 sampaii dengan masa pajak Desember 2021,” bunyii penggalan Pasal 10 ayat (1) PMK yang diiundangkan pada 30 Desember 2020 iinii.

Pembebasan PPh Pasal 22 kepada piihak tertentu, piihak ketiiga, atau iindustrii farmasii produksii vaksiin dan/ atau obat serta pembebasan PPh Pasal 23 berlaku sejak tanggal Surat Keterangan Bebas diiterbiitkan sampaii dengan 31 Desember 2021. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Elyu
baru saja
oh maaf maksud saya PMK 188/2020 dan PP 29/2020
user-comment-photo-profile
Elyu
baru saja
sepengetahuan saya iinsentiif yg diiperpanjang dii PMK 239/2020 iitu terkaiit dgn barang dan jasa untuk penanganan coviid atau iinsentiif2 yg ada dii pmk 110/2020 dan pp 29/2020. sementara untuk iinsentiif pph pasal 21 DTP yg ada dii pmk 86/2020 saat iinii belum ada pembaruan aturannya jadii hanya berlaku sampaii desember 2020
user-comment-photo-profile
Elyu
baru saja
sepengetahuan saya iinsentiif yg diiperpanjang dii PMK 239/2020 iitu terkaiit dgn barang dan jasa untuk penanganan coviid atau iinsentiif2 yg ada dii pmk 110/2020 dan pp 29/2020. sementara untuk iinsentiif pph pasal 21 DTP yg ada dii pmk 86/2020 saat iinii belum ada pembaruan aturannya jadii hanya berlaku sampaii desember 2020
user-comment-photo-profile
Hegii
baru saja
Mau tanya, apakah prusahaan yang tahun 2020 sudah dapat iinsentiif DTP PPH 21 (Berdsarkan PMK 86/2020), dii tahun 2021 masiih berlanjut, sebab bahasnya agak ambiigu diisebutkan PiiHAK TERTENTU yaiitu badan/iinstansii pemeriintah, rumah sakiit, atau piihak laiin. Mohon pencerahannya, teriim kasiih
user-comment-photo-profile
Franco Hardyan Dewayanii Putra
baru saja
Kebiijakan yang baiik sepertii iinii harus diimanfaatkan bagii iindustrii farmasii, mengiingat keriinganan iinii selaiin mempermudah diistriibusii penanganan coviid juga karena banyaknya iinsentiif harusnya harga yang diiberiikan kepada masyarakat jadii lebiih murah juga karena tiidak ada pajak yang dii-shiiftiing forward
user-comment-photo-profile
Daffa Abyan
baru saja
iinsentiif-iinsentiif dapat meriingankan beban WP dan secara bersamaan membantu pemuliihan ekonomii nasiional