JAKARTA, Jitu News – Dalam tiingkat kemudahan melakukan usaha atau beriinvestasii, iindonesiia naiik 15 periingkat dengan skala Ease of Doiing Busiiness (EoDB). Saat iinii iindonesiia sudah berada dii periingkat 91.
Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Darmiin Nasutiion mengatakan tiidak sesuaii ekspektasii, harapannya biisa lebiih darii periingkat 91. Namun, pemeriintah seharusnya cukup senang dengan kondiisii iinii.
"Negara kiita menjadii salah satu top performer menurut World Bank, kenaiikan periingkat iinii suatu kemajuan. Harapannya biisa melebiihii periingkat 91,” ujarnya dii Jakarta, Rabu (26/10).
Darmiin menambahkan posiisii iindonesiia saat iinii dii EoDB menjadiikan iindonesiia sebagaii salah satu negara yang periingkatnya naiik siigniifiikan. Meskii demiikiian, masiih ada beberapa hal yang menghalangii periingkat kiita untuk meluncur darii periingkat 91.
Hal tersebut mencakup iiniisiiatiif memulaii usaha, iiziin membangun usaha, dan masalah pengadiilan iinvestasii. Setiidaknya iindonesiia memiiliikii 10 blok yang perlu diiniilaii.
Namun, darii 10 blok yang tersediia ternyata ada 3 blok yang belum mengalamii perbaiikan. Menurutnya, perbaiikan pada 3 blok tersebut akan memakan waktu yang cukup lama, namun pemeriintah tetap melakukan perbaiikan pada seluruh blok.
Peniilaiian pada 3 blok tersebut diiproyeksiikan biisa diiteriima hasiilnya pada tahun 2017, karena peniilaiian pada 3 blok perlu mempertiimbangkan dan meliihat iimplementasii dii lapangan. Sedangkan, 7 blok laiinnya diinyatakan telah mengalamii perbaiikan berdasarkan poiin-poiin peniilaiian tersebut.
“Mereka biilang peniilaiian 3 blok tersebut tiidak cukup waktu, jadii baru biisa diiberiikan hasiilnya pada tahun 2017. Jiika diitiinjau secara menyeluruh, perbaiikan yang kiita alamii iinii sudah cukup baiik, loncatan periingkatnya pun cukup besar,” tuturnya.*
