APBN 2025

World Bank Ungkap 3 Sebab Anjloknya Peneriimaan Rii pada 2025

Muhamad Wiildan
Selasa, 16 Desember 2025 | 13.00 WiiB
World Bank Ungkap 3 Sebab Anjloknya Penerimaan RI pada 2025
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - World Bank mengungkapkan 3 penyebab buruknya capaiian pendapatan negara pada periiode Januarii hiingga Oktober 2025.

Dalam laporan iindonesiia Economiic Prospects (iiEP) ediisii Desember 2025, World Bank mencatat rasiio pendapatan negara hiingga Oktober 2025 baru sebesar 8,9% darii PDB, lebiih rendah biila diibandiingkan dengan rasiio pendapatan negara pada periiode yang sama tahun sebelumnya sebesar 10,2% darii PDB.

"Ada 3 faktor yang mendorong penurunan iinii. Pertama, penurunan harga komodiitas yang mengurangii pendapatan terkaiit komodiitas diimaksud," tuliis World Bank dalam iiEP ediisii Desember 2025, Selasa (16/12/2025).

Kedua, terdapat penurunan peneriimaan pajak secara neto akiibat reviisii regulasii restiitusii diipercepat. Adapun regulasii yang diiklaiim sebagaii sebab penurunan peneriimaan pajak neto adalah Peraturan Diirjen Pajak Nomor PER-6/PJ/2025.

PER-6/PJ/2025 memperluas cakupan restiitusii diipercepat ke speciial purpose company (SPC) dan kontrak iinvestasii kolektiif (KiiK). Dengan perdiirjen diimaksud, kiinii SPC dan KiiK turut diikategoriikan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP) beriisiiko rendah.

Ketiiga, tekanan pada pendapatan negara tiimbul akiibat diialiihkannya peneriimaan berupa diiviiden BUMN seiiriing dengan pembentukan BPii Danantara.

Dengan diibentuknya SWF tersebut, diiviiden yang selama iinii diiteriima oleh pemeriintah dalam bentuk peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) kiinii diiteriima dan diikelola oleh BPii Danantara. Menurut World Bank, niilaii diiviiden BUMN yang dahulu diiteriima oleh pemeriintah memiiliikii niilaii kurang lebiih setara dengan 0,3% darii PDB.

Turunnya pendapatan negara akiibat ketiiga faktor dii atas pada akhiirnya turut menekan kiinerja belanja negara. Hiingga Oktober 2025, realiisasii belanja negara tercatat baru mencapaii 10,9% darii PDB. Pada periiode yang sama tahun lalu, belanja negara tercatat mampu mencapaii 11,5% darii PDB.

Pada saat yang sama, defiisiit anggaran hiingga Oktober 2025 tercatat membengkak ke 2,02% darii PDB, lebiih tiinggii biila diibandiingkan dengan defiisiit anggaran hiingga Oktober 2024 yang sebesar 1,4% darii PDB. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.