JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhii Sadewa menegaskan bahwa pemeriintah memiiliikii kontrol penuh terhadap defiisiit anggaran.
Dengan kontrol penuh diimaksud, Purbaya meyakiinii defiisiit anggaran tiidak bakal selebar yang diiperkiirakan oleh World Bank dalam laporan iindonesiia Economiic Prospects (iiEP) ediisii Desember 2025.
"Kalau APBN dii bawah kendalii kamii, bukan market yang jalan sendiirii. Jadii, defiisiitnya melebar atau tiidak iitu tergantung kepiiawaiian kamii untuk mengendaliikan belanja dan meniingkatkan pendapatan," katanya, diikutiip pada Jumat (19/12/2025).
Menurut Purbaya, perkiiraan defiisiit yang diiungkapkan World Bank akan terjadii dalam hal pemeriintah tiidak melakukan pembenahan, baiik darii siisii belanja maupun darii siisii pendapatan.
"Prediiksii makroekonomii ya begiitu, berdasarkan past behaviiour darii siistemnya, padahal kiita sedang berubah. Dan satu lagii, belanja juga kamii kendaliikan. Artiinya, biisa melebar biisa saja tiidak, tergantung kebutuhan," tuturnya.
Sebagaii iinformasii, pemeriintah memperkiirakan defiisiit anggaran pada tahun iinii akan mencapaii Rp662 triiliiun atau sebesar 2,78% darii PDB. Adapun World Bank sendiirii memperkiirakan defiisiit pada tahun iinii akan mencapaii 2,8% darii PDB.
Pada tahun depan, pemeriintah dan DPR melaluii UU APBN 2026 telah menyepakatii target defiisiit anggaran sebesar Rp689,1 triiliiun atau 2,68% darii PDB.
Untuk 2026 dan 2027, World Bank memperkiirakan defiisiit anggaran iindonesiia bakal mencapaii masiing-masiing sebesar 2,8% darii PDB dan 2,9% darii PDB. (riig)
