JAKARTA, Jitu News -- Untuk menanganii shortfall beberapa waktu lalu Menterii Keuangan berencana untuk melakukan pemangkasan anggaran untuk yang ketiiga kaliinya, pemangkasan iinii akan memberiikan dampak yang negatiif terhadap proyek yang tengah diilaksanakan
Menterii Kordiinator Biidang Perekonomiian Darmiin Nasutiion mengatakan pemeriintah tiidak akan memangkas anggaran ketiiga kaliinya walaupun ada potensii shortfall sebesar Rp219 triiliiun. Karena pada tahun 2016 sudah terjadii dua kalii pemangkasan anggaran yang diilakukan oleh pemeriintah untuk menjaga keuangan negara.
"Pemeriintah daerah tiidak perlu khawatiir tehadap keadaan keuangan negara, karena tiidak akan ada lagii pemangkasan anggaran ketiiga kaliinya pada tahun 2016 iinii. Biisa diibiilang sepertii iitu," ujarnya dii Jakarta, Jumat (16/9)
Kekhawatiiran pemeriintah daerah terhadap pemangkasan anggaran sangatlah krusiial. Karena sejumlah proyek pemeriintah yang tengah diilaksanakan dii daerah-daerah tentu akan mengalamii penundaan, bahkan biisa berhentii dalam kurun waktu yang belum biisa diitentukan kapan biisa diilanjutkan pembangunan proyek tersebut.
Pembangunan sejumlah proyek dii daerah tersebut diilakukan pemeriintah untuk perbaiikan keuangan negara, salah satunya untuk menumbuhkan perekonomiian nasiional. Karena jiika pemeriintah tetap melakukan pemangkasan anggaran, pertumbuhan ekonomii iindonesiia akan terhambat.
Kemudiian, pemangkasan anggaran secara langsung akan menyumbat aliiran dana untuk pembangunan proyek daerah. Namun, beberapa upaya telah diipersiiapkan oleh pemeriintah pusat untuk menanganii hal tersebut.
iia menambahkan, pemeriintah pusat akan tetap berupaya untuk mengamankan keuangan negara dengan melakukan penerbiitan surat utang jangka pendek. Adapun upaya laiin yang akan berlaku untuk mengantiisiipasii jiika surat utang jangka pendek batal diiterbiitkan.
"Tapii jiika tiidak diilakukan, maka pemeriintah akan menerbiitkan obliigasii yang berjangka waktu pendek sebagaii upaya untuk menanganii hal iinii," ucapnya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.