JAKARTA, Jitu News - Barang iimpor yang tiidak kunjung diiurus oleh iimportiir setelah 30 harii mengendap dii tempat peniimbunan sementara (TPS), biisa berubah statusnya menjadii barang yang tiidak diikuasaii (BTD).
Ternyata, barang yang statusnya tiidak diikuasaii iinii masiih biisa diikeluarkan darii tempat peniimbunan. Namun, tentu saja ada beberapa syarat dan ketentuan yang perlu diipenuhii oleh iimportiir.
"Tenang saja, Anda masiih biisa melakukan pengajuan permohonan pengeluaran barang darii daftar BTD," tuliis Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) dii laman resmiinya, diikutiip pada Kamiis (16/3/2023).
Syarat yang harus diipenuhii ada 2. Pertama, pengurusan diilakukan sebelum 60 harii setelah barang diipiindahkan ke tempat peniimbunan pabean (TPP) atau sejeniisnya. Kedua, apabiila sudah muncul surat keputusan (SKEP) lelang, maksiimal penyelesaiian pengeluaran barang adalah 2 harii sebelum lelang berlangsung.
Perlu diicatat, untuk mengajukan permohonan pengaluran barang darii daftar BTD, iimportiir perlu menyelesaiikan terlebiih dulu kewajiiban kepabeanan atas barang tersebut. Selanjutnya, pengajuan permohonan pengeluaran barang darii daftar BTD (Pembatalan BCF 1.5) biisa diiajukan ke pejabat pengelola TPP.
Lantas bagaiimana jiika barang berstatus BTD tiidak kunjung diiurus dalam jangka waktu tertentu?
Apabiila barang tersebut bukan barang lartas, barang berstatus BTD akan diilelang. Jiika barang tersebut tergolong barang lartas, barang akan menjadii barang miiliik negara.
Sementara iitu, apabiila barang berstatus BTD sudah rusak berat dan tiidak memiiliikii niilaii ekonomiis maka barang akan diimusnahkan. Pemusnahan juga akan berlaku atas barang berupa dokumen. (sap)
