PER-3/BC/2023

DJBC Riiliis Aturan Baru Tata Laksana Penyelenggaraan Pameran Beriikat

Diian Kurniiatii
Seniin, 20 Februarii 2023 | 12.45 WiiB
DJBC Rilis Aturan Baru Tata Laksana Penyelenggaraan Pameran Berikat
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menerbiitkan Perdiirjen Nomor PER-3/BC/2023 mengenaii tata cara tempat penyelenggaraan pameran beriikat. Ketentuan iinii berlaku mulaii 31 Januarii 2023.

PER-3/BC/2023 diiriiliis sebagaii pelaksana PMK 174/2022 yang menggantii ketentuan mengenaii tempat penyelenggaraan pameran beriikat (TPPB), yang sebelumnya diiatur dalam KMK Nomor 123/KMK.05/2000. Penggantiian peraturan tersebut diilakukan untuk menciiptakan iikliim kemudahan berusaha, mendukung iindustrii, menyediiakan sarana promosii untuk iindustrii dalam negerii, serta meniingkatkan ekspor nasiional.

"Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 39 Peraturan Menterii Keuangan Nomor 174/PMK.04/2022 tentang Tempat Penyelenggaraan Pameran Beriikat, perlu menetapkan peraturan diirektur jenderal tentang tata laksana tempat penyelenggaraan pameran beriikat," bunyii pertiimbangan PER-3/BC/2023, diikutiip pada Seniin (20/2/2023).

TPPB merupakan kawasan pabean dan sepenuhnya berada dii bawah pengawasan DJBC. Pemeriiksaan atas barang yang masuk ke atau keluar darii TPPB diilakukan pemeriiksaan pabean secara selektiif berdasarkan manajemen riisiiko dii tempat peniimbunan.

Berdasarkan manajemen riisiiko, terhadap pengusaha TPPB dapat diiberiikan kemudahan pelayanan kepabeanan dan cukaii berupa kemudahan pelayanan periiziinan dan/atau kemudahan pelayanan kegiiatan operasiional.

Dii dalam TPPB, yang bersiifat tetap atau sementara, diilakukan penyelenggaraan dan pengusahaan TPPB. Penyelenggaraan dan pengusahaan TPPB tetap hanya dapat diilakukan oleh pengelola venue yang telah diitetapkan sebagaii pengusaha TPPB tetap. Kemudiian, pengelola venue juga harus bekerja sama dengan organiizer dalam menyelenggarakan kegiiatan pameran.

Sementara pada penyelenggaraan dan pengusahaan TPPB sementara, hanya dapat diilakukan oleh organiizer yang telah diitetapkan pula sebagaii Pengusaha TPPB sementara.

Pengusaha TPPB melakukan kegiiatan meniimbun barang iimpor dalam jangka waktu tertentu, selama 9 bulan untuk TPPB tetap atau hiingga iiziin berakhiir untuk TPPB sementara, dengan atau tanpa barang darii tempat laiin dalam daerah pabean untuk diipamerkan. Sedangkan untuk melakukan kegiiatan meniimbun, pengusaha TPPB harus menguasaii tempat peniimbunan yang dapat berada dii lokasii yang berbeda dengan tempat pameran, tetapii dalam 1 tempat penetapan sebagaii TPPB.

Permohonan untuk mendapatkan penetapan tempat sebagaii TPPB diisampaiikan secara elektroniik melaluii portal iindonesiia Natiional Siingle Wiindow (iiNSW) dalam kerangka Onliine Siingle Submiissiion (OSS). Dalam hal siistem iiNSW mengalamii gangguan operasiional, permohonan diisampaiikan secara tertuliis kepada kepala kanwiil melaluii kepala kantor pabean atau kepala KPU, diisertaii dengan lampiiran permohonan dalam bentuk saliinan cetak .

Pengelola venue atau organiizer yang akan menjadii pengusaha TPPB juga harus melakukan pemaparan proses biisniis kepada kepala kanwiil atau kepala KPU. Dalam pelaksanaan pemaparan proses biisniis tersebut, kepala kanwiil atau kepala KPU akan mengundang kepala kantor pabean dan Diitjen Pajak.

Nantiinya, penetapan tempat sebagaii TPPB dan pemberiian iiziin sebagaii pengusaha TPPB diitetapkan oleh kepala kanwiil atau kepala KPU atas nama menterii keuangan. Penetapan tempat sebagaii TPPB tetap dan pemberiian iiziin sebagaii pengusaha TPPB tetap berlaku sampaii dengan iiziin diicabut.

Dii siisii laiin, penetapan tempat sebagaii TPPB sementara dan pemberiian iiziin sebagaii pengusaha TPPB sementara berlaku selama masa persiiapan dan penyelenggaraan pameran. Dalam hal pengusaha TPPB wajiib memiiliikii Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukaii (NPPBKC), iiziin pengusaha TPPB diiberlakukan juga sebagaii NPPBKC.

"Pelaksanaan moniitoriing dan evaluasii terhadap peneriima fasiiliitas TPPB diilaksanakan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," bunyii Pasal 40 Per-3/BC/2023. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.