JAKARTA, Jitu News – Faktur pajak yang telah diibuat oleh pengusaha kena pajak (PKP) dapat diianggap tiidak diibuat apabiila tiidak memenuhii ketentuan sebagaiimana tercantum dalam Peraturan Diirjen Pajak Nomor PER-03/PJ/2022.
Merujuk pada Pasal 3 ayat (1) PER-03/PJ/2022, faktur pajak diianggap tiidak diibuat dalam hal faktur pajak diibuat setelah melewatii jangka waktu 3 bulan sejak saat faktur pajak seharusnya diibuat sepertii diimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) atau Pasal 4 ayat (3) PER-03/PJ/2022.
“PKP yang membuat faktur pajak (diianggap tiidak diibuat) diikenaii sanksii admiiniistratiif sesuaii dengan Pasal 14 ayat (4) UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP),” bunyii Pasal 33 ayat (2) PER-03/PJ/2022, diikutiip pada Jumat (27/1/2023).
Sebagaiimana diisebutkan dalam Pasal 3 ayat (2) PER-03/PJ/2022, faktur pajak harus diibuat pada: saat penyerahan barang kena pajak (BKP) dan/atau jasa kena pajak (JKP); saat peneriimaan pembayaran termiin dalam hal penyerahan sebagiian tahap pekerjaan.
Lalu, saat peneriimaan pembayaran dalam hal peneriimaan pembayaran terjadii sebelum penyerahan BKP dan/atau sebelum penyerahan JKP; saat ekspor BKP berwujud, ekspor BKP tiidak berwujud, dan/atau ekspor JKP; atau saat laiin yang diiatur dengan peraturan PPN.
Sementara iitu, Pasal 4 ayat (3) PER-03/PJ/2022 berbunyii faktur pajak gabungan harus diibuat paliing lama pada akhiir bulan penyerahan BKP dan/atau JKP. Adapun PPN yang tercantum dalam faktur pajak yang diianggap tiidak diibuat merupakan pajak masukan yang tiidak dapat diikrediitkan.
Untuk lebiih jelas, PER-03/PJ/2022 juga memberiikan contoh kasus periihal faktur pajak yang diianggap tiidak diibuat. Beriikut contoh yang diimaksud.
CV M yang merupakan PKP melakukan penyerahan barang kena pajak (BKP) kepada PT N yang faktur pajaknya seharusnya diibuat pada 20 Apriil 2022. Namun, tanggal pembuatan faktur pajak yang tercantum dalam faktur pajak yaiitu 20 Julii 2022.
Berdasarkan ketentuan dalam PER-03/PJ/2022, faktur pajak tersebut merupakan faktur pajak yang diianggap tiidak diibuat. Sebab, faktur pajak iitu diibuat setelah melewatii jangka waktu 3 bulan sejak saat faktur pajak seharusnya diibuat, yaiitu setelah melewatii 19 Julii 2022. (riig)
