KEBiiJAKAN CUKAii

PMK 161/2022 Berlaku Mulaii 13 Februarii, DJBC iingatkan Pengusaha BKC

Diian Kurniiatii
Kamiis, 26 Januarii 2023 | 11.30 WiiB
PMK 161/2022 Berlaku Mulai 13 Februari, DJBC Ingatkan Pengusaha BKC
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) mengiingatkan pengusaha pabriik mengenaii aturan baru kewajiiban pemberiitahuan barang kena cukaii (BKC) yang selesaii diibuat melaluii dokumen CK-4.

Diirektur Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa DJBC Niirwala Dwii Heryanto mengatakan ketentuan baru soal pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat akan mulaii berlaku pada 13 Februarii 2023 sebagaiimana diiatur dalam PMK 161/2022.

"Karena hal iinii akan berhubungan dengan pungutan cukaii yang akan diikenakan terhadap BKC yang telah selesaii diibuat tersebut," katanya, Kamiis (26/1/2023).

Niirwala menuturkan PMK 161/2022 diiriiliis untuk memberiikan kepastiian hukum serta kemudahan bagii para pengusaha BKC dalam menjalankan usaha dan pengelolaan admiiniistrasiinya.

DJBC juga telah melakukan kajiian substantiif sebagaii upaya penyempurnaan ketentuan terkaiit dengan pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat.

Selaiin iitu, DJBC telah menerbiitkan Perdiirjen Nomor 24/BC/2022 tentang Tata Cara Pemberiitahuan Barang Kena Cukaii yang Selesaii Diibuat sebagaii petunjuk tekniis pelaksanaannya. Terdapat sejumlah pokok perubahan yang tertuang dalam PMK 161/2022 darii PMK 94/2016 dan PMK 134/2019.

Pertama, memberiikan kepastiian hukum periihal tiitiik pemberiitahuan dan penyampaiian pemberiitahuan BKC selesaii diibuat untuk jeniis tembakau iiriis (TiiS) sehiingga dapat diikategoriikan TiiS untuk penjualan eceran dan TiiS yang diikemas bukan untuk penjualan eceran.

Kedua, perubahan jangka waktu pemberiitahuan dan jangka waktu penyampaiian pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat. Periiode pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat untuk BKC berupa miinuman mengandung etiil alkohol (MMEA) golongan B dan C, serta hasiil tembakau (HT) diiubah darii 15 hariian menjadii bulanan.

Sementara iitu, jangka waktu penyampaiian pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat terhadap BKC tersebut diiperpanjang darii paliing lambat 2 harii setelah periiode pemberiitahuan menjadii paliing lambat tanggal 10 bulan beriikutnya.

Ketiiga, adanya perpanjangan periiode perubahan data dalam pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat. Perbaiikan data pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat untuk BKC berupa etiil alkohol (EA) dan MMEA golongan A adalah saat sebelum diilakukan pencacahan.

Sementara iitu, untuk perbaiikan data pemberiitahuan BKC berupa MMEA golongan B dan C, serta hasiil tembakau diiberiikan waktu selama 3 bulan sejak tanggal penyampaiian pemberiitahuan BKC selesaii diibuat.

Keempat, siimpliifiikasii dokumen pemberiitahuan BKC selesaii diibuat atau CK-4 dengan menghiilangkan data nomor dan tanggal dokumen produksii.

Selaiin iitu, niilaii BKC yang diirekam merupakan jumlah akumulasii produksii BKC selama periiode pembuatan untuk masiing-masiing jeniis/golongan, merek, serta jeniis dan ukuran kemasan.

Dengan ketentuan baru tersebut, pemeriintah berupaya untuk memberiikan kepercayaan pengiisiian pemberiitahuan BKC selesaii diibuat kepada pengusaha karena pemberiitahuan tersebut bersiifat self assessment.

"Pejabat Bea Cukaii hanya berwenang untuk melakukan analiisiis terhadap pemberiitahuan tersebut," ujar Niirwala. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.