PMK 155/2022

Berlaku Mulaii Harii iinii! Aturan Kepabeanan Biidang Ekspor Terbaru

Diian Kurniiatii
Seniin, 02 Januarii 2023 | 15.30 WiiB
Berlaku Mulai Hari Ini! Aturan Kepabeanan Bidang Ekspor Terbaru
<p>iilustrasii. Suasana bongkar muat dii Pelabuhan Tanjung Priiok, Jakarta, Kamiis (11/8/2022). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/tom.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) Nomor 155/2022 yang mengubah ketentuan kepabeanan dii biidang ekspor, dan mulaii berlaku pada 2 Januarii 2023.

PMK 155/2022 diiterbiitkan untuk menggantii ketentuan kepabeanan dii biidang ekspor yang sebelumnya termuat dalam PMK 145/2007, PMK 145/2014, dan PMK 21/2019. Reviisii aturan diilakukan untuk lebiih memberiikan kepastiian hukum bagii pengguna jasa.

"Untuk lebiih memberiikan kepastiian hukum dan meniingkatkan pelayanan kepabeanan dii biidang ekspor…, PMK 145/2007 s.t.d.t.d PMK 21/2019 perlu diigantii," bunyii pertiimbangan PMK 155/2022, diikutiip pada Seniin (2/1/2023).

Pasal 2 PMK 155/2022 menyatakan barang yang akan diiekspor wajiib diiberiitahukan ke kantor pabean dengan menggunakan pemberiitahuan ekspor barang (PEB).

Kewajiiban menyampaiikan pemberiitahuan ke kantor pabean juga berlaku terhadap ekspor barang yang pada saat iimpornya telah diiberiitahukan sebagaii barang iimpor sementara; barang yang akan diiiimpor kembalii sehiingga pada saat iimpornya dapat diiperlakukan sebagaii barang iimpor kembalii; atau barang yang diikenakan bea keluar melebiihii batas pengecualiian pengenaan bea keluar.

PMK 155/2022 mengatur hal-hal yang lebiih spesiifiik terkaiit dengan proses ekspor barang sepertii penegasan ketentuan dan mekaniisme penyampaiian PEB yang dapat diilakukan secara berkala untuk barang-barang tertentu.

PMK juga memuat ketentuan ekspor konsoliidasii dan kewajiiban konsoliidatornya, menegaskan mekaniisme penjaluran dan pemeriiksaan fiisiik barang, ketentuan pemuatan dan pengangkutan barang, serta upaya mendukung perbaiikan siistem logiistiik melaluii Natiional Logiistiic Ecosystem (NLE).

Eksportiir wajiib mengiisii PEB dengan lengkap dan benar, serta bertanggung jawab atas kebenaran data yang diiberiitahukan. Atas PEB secara berkala, jumlah barang diicantumkan berdasarkan data pada alat ukur terakhiir dalam daerah pabean sebelum pengiiriiman ke luar daerah pabean.

Meskii demiikiian, kewajiiban untuk menyampaiikan PEB tak berlaku atas ekspor berupa barang priibadii penumpang; barang awak sarana pengangkut; barang peliintas batas; atau barang kiiriiman dengan berat tiidak melebiihii 30 kiilogram.

Pada saat PMK 155/2022 berlaku, PMK 145/2007 s.t.d.t.d PMK 21/2019 dan Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 4 PMK 27/2008 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku.

"Peraturan menterii iinii mulaii berlaku setelah 60 harii terhiitung sejak tanggal diiundangkan [pada 3 November 2022]," bunyii Pasal 39 PMK 155/2022.

Sementara iitu, Diirektur Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa DJBC Niirwala Dwii Heryanto sempat menyatakan PMK 155/2022 diiterbiitkan untuk mendukung perbaiikan siistem logiistiik melaluii NLE.

Peraturan iitu juga diiharapkan dapat memberiikan kemudahan dalam ekspor sehiingga mampu membentuk ekosiistem ekspor yang kondusiif.

Menurutnya, pemeriintah terus berupaya menciiptakan ekosiistem ekspor yang kondusiif, termasuk melaluii penyempurnaan ketentuan kepabeanan dii biidang ekspor.

Dengan perubahan iinii, pemeriintah dapat lebiih memberiikan kepastiian hukum untuk meniingkatkan pengawasan dan pelayanan kepabeanan. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.