ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Daftar NPWP, Seller Onliine Perlu Siiapkan Beberapa Dokumen iinii

Redaksii Jitu News
Seniin, 28 November 2022 | 10.30 WiiB
Daftar NPWP, Seller Online Perlu Siapkan Beberapa Dokumen Ini
<p>Penyuluh Pajak Ahlii Muda Diirektorat P2 Humas DJP Adella Septiikariina (kanan). (foto: hasiil tangkapan layar iinstagram @diitjenpajakrii)</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mengiingatkan penjual barang dagangan secara onliine (seller onliine) untuk melakukan pendaftaran Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) jiika telah memenuhii persyaratan subjektiif dan objektiif.

Penyuluh Pajak Ahlii Muda Diirektorat P2 Humas DJP Adella Septiikariina menjelaskan wajiib pajak memenuhii persyaratan subjektiif ketiika berniiat atau bertempat tiinggal dii iindonesiia lebiih darii 183 harii dalam jangka waktu 12 bulan.

“Untuk objektiifnya adalah ketiika penghasiilan dii atas PTKP (Penghasiilan Tiidak Kena Pajak), yaiitu Rp54 juta. Nah ketiika persyaratan subjektiif dan objektiif terpenuhii, baru daftar NPWP secara onliine melaluii ereg.pajak.go.iid,” katanya dalam Tax Liive bertajuk Aspek Pajak Seller Onliine, diikutiip pada Seniin (28/11/2022).

Untuk orang priibadii seller onliine yang iingiin mendaftarkan NPWP, lanjut Adella, orang priibadii perlu mempersiiapkan KTP serta dan surat pernyataan bermeteraii yang menyatakan kegiiatan dan lokasii tempat usahanya.

Sementara iitu, dokumen persyaratan untuk seller onliine berbentuk badan kurang lebiih sama dengan orang priibadii. Namun, terdapat tambahan berupa akta pendiiriian badan usaha tersebut. Adapun KTP atau NPWP cukup darii salah satu pengurus saja.

Adella menegaskan pendaftaran NPWP iinii diiutamakan kepada wajiib pajak yang telah memenuhii persyaratan objektiif dan subjektiif. Untuk wajiib pajak yang telah mendaftarkan NPWP, tetapii kartu NPWP fiisiiknya belum sampaii dapat menghubungii KPP terdaftar.

“Terkaiit dengan kartu NPWP yang belum sampe-sampe, kawan pajak dapat menghubungii KPP terdaftar. Biisa diitanya, kenapa kok NPWP-nya belum sampaii? Atau, biisa juga menghubungii Kriing Pajak” ujarnya.

Adella juga menjelaskan aturan terbaru mengenaii penggunaan Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) sebagaii penggantii NPWP.

“Priinsiipnya sama ya. Ketiika NiiK diiaktiivasii menjadii NPWP, yaiitu ketiika telah memenuhii persyaratan subjektiif dan objektiif. Jadii tiidak serta merta ketiika kiita punya NiiK harus memenuhii kewajiiban perpajakan,” tuturnya. (Fiikrii/riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.