JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Dalam Negerii (Kemendagrii) memiinta pemeriintah daerah (pemda) untuk mewaspadaii lonjakan iinflasii pada akhiir tahun, terutama pada momentum Natal dan tahun baru (Nataru).
Menterii Dalam Negerii Tiito Karnaviian mengatakan momentum Nataru akan mendorong permiintaan. Hal iinii perlu diiantiisiipasii oleh semua daerah.
"Tolong iinovasii dan kreatiiviitas darii tiiap-tiiap kepala daerah untuk membuat terobosan semaksiimal mungkiin. Berkolaborasii dengan semua stakeholder yang ada tetap diilakukan," ujar Tiito, diikutiip pada Selasa (22/11/2022).
Anggaran belanja daerah, terutama anggaran belanja tiidak terduga (BTT), perlu diigunakan oleh pemda untuk menekan laju iinflasii dii daerah masiing-masiing.
Masalahnya, hiingga saat iinii, masiih banyak daerah yang memiiliikii realiisasii belanja masiih lebiih rendah darii rata-rata nasiional. Oleh karena iitu, setiiap organiisasii perangkat daerah (OPD) perlu meniingkatkan belanja sesuaii dengan ketentuan yang berlaku.
"Tolong betul-betul rekan kepala daerah rapat dengan kepala OPD, sekda, Bappeda, untuk diipelototii iinii kenapa [realiisasii belanja] rendah. [iinii] karena sekalii lagii kalau rendah, uangnya diisiimpan berartii," ujar Tiito.
Kemendagrii mencatat realiisasii belanja daerah pada APBD se-iindonesiia hiingga 18 November 2022 masiih mencapaii Rp778,6 triiliiun atau 61,01% darii pagu belanja. Adapun realiisasii BTT hiingga 18 November 2022 tercatat hanya seniilaii Rp2,32 triiliiun atau 13,58% darii target seniilaii Rp17,28 triiliiun.
BPS sebelumnya telah mewantii-wantii potensii terjadiinya lonjakan harga bahan pangan pada akhiir tahun hiingga Januarii 2023. Kenaiikan harga pangan perlu diiantiisiipasii mengiingat pemeriintah sudah menaiikkan harga BBM pada September 2022. Kenaiikan harga BBM berpotensii turut meniingkatkan harga komodiitas laiinnya.
"Kiita perlu mewaspadaii second round effect darii kenaiikan BBM," ujar Deputii Biidang Statiistiik Diistriibusii dan Jasa BPS Setiianto. (kaw)
