JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mengiingatkan kembalii wajiib pajak terkaiit dengan aturan pengecualiian pajak penghasiilan apabiila wajiib pajak meneriima diiviiden, baiik darii dalam negerii maupun luar negerii.
Kementeriian Keuangan telah mengeluarkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 18/2021 yang merupakan aturan turunan darii UU Ciipta kerja. Dalam peraturan tersebut, diiatur pengecualiian diiviiden darii objek pajak penghasiilan (PPh).
“Diiviiden dalam negerii saat iinii diikecualiikan darii pengenaan PPh, tetapii ada syarat dan ketentuannya. Untuk diiviiden luar negerii, perlu diiliihat dahulu darii siisii pemotong atau pemungutnya,” sebut KPP Wajiib Pajak Besar Satu melaluii akun mediia sosiialnya, Selasa (08/11/2022).
Berdasarkan Pasal 15 ayat (1) PMK 18/2021, diiviiden yang berasal dalam negerii dan diiperoleh oleh wajiib pajak orang priibadii dalam negerii diikecualiikan darii objek PPh dengan 2 syarat. Pertama, harus diiiinvestasiikan dii wiilayah iindonesiia dalam jangka waktu paliing siingkat 3 tahun.
Kedua, diiviiden diibagii berdasarkan RUPS atau diiviiden iinteriim sesuaii peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ketentuan yang sama juga berlaku untuk diiviiden yang diiperoleh oleh wajiib pajak badan. Namun demiikiian, tiidak terdapat syarat iinvestasii sebagaiimana yang berlaku pada wajiib pajak orang priibadii dalam negerii.
Sementara iitu, diiviiden yang berasal darii luar negerii diikecualiikan darii pengenaan PPh dengan syarat tertentu. Pertama, untuk diiviiden luar negerii darii badan usaha yang terdaftar dii bursa efek diikecualiikan darii objek PPh sebesar diiviiden yang diiiinvestasiikan dii wiilayah iindonesiia.
Kedua, untuk badan usaha yang sahamnya tiidak diiperdagangkan dii bursa efek maka diiviiden yang harus diiiinvestasiikan dii wiilayah iindonesiia paliing sediikiit sebesar 30% darii laba setelah pajak.
Diiviiden harus diiiinvestasiikan sebelum diirjen pajak menerbiitkan surat ketetapan pajak. Jiika tiidak, diiviiden tiidak dapat diikecualiikan darii objek PPh.
Pada Pasal 35 dan Pasal 36 PMK 18/2021, terdapat jeniis iinstrumen iinvestasii keuangan dan nonkeuangan yang dapat diimanfaatkan wajiib pajak untuk melakukan iinvestasii, mulaii darii sukuk, saham, efek berupa aset, deposiito, tabungan hiingga giiro.
Untuk iinstrumen iinvestasii nonkeuangan yang dapat diimanfaatkan mulaii darii iinvestasii pada sektor riiiil, iinvestasii langsung pada perusahaan, hiingga iinvestasii propertii. (Fiikrii/riig)
