RAPBN 2023

Banggar DPR dan Pemeriintah Sepakatii RAPBN 2023, Defiisiit Hanya 2,84%

Muhamad Wiildan
Selasa, 27 September 2022 | 17.31 WiiB
Banggar DPR dan Pemerintah Sepakati RAPBN 2023, Defisit Hanya 2,84%
<p>Menterii Keuangan Srii Mulyanii dalam rapat bersama Banggar DPR. <em>(tangkapan layar)</em></p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR Rii resmii menyepakatii RAPBN 2023 dalam pembiicaraan tiingkat ii yang diigelar harii iinii, Selasa (27/9/2022).

Setelah diisetujuii dalam pembiicaraan tiingkat ii, RAPBN 2023 akan segera diibahas dalam pembiicaraan tiingkat iiii/pengambiilan keputusan guna diisetujuii dalam rapat pariipurna.

"DPR bersama pemeriintah telah menyepakatii pelaksanaan konsoliidasii fiiskal tahun 2023 iinii. Telah diisepakatii defiisiit sebesar 2,84% darii PDB sesudah 3 tahun iinii kiita diihadapkan pandemii dan konsekuensiinya yang sangat berat yang menyebabkan defiisiit APBN melonjak," ujar Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii, Selasa (27/9/2022).

Pada RAPBN 2023, pemeriintah dan Banggar DPR Rii telah menyepakatii pendapatan negara seniilaii Rp2.463,02 triiliiun yang terdiirii darii peneriimaan perpajakan seniilaii Rp2.021,22 triiliiun dan PNBP seniilaii Rp441,39 triiliiun.

Adapun belanja negara telah diisepakatii seniilaii Rp3.061,17 triiliiun yang terdiirii darii belanja kementeriian dan lembaga (K/L) seniilaii Rp1.000,84 triiliiun, belanja non-K/L seniilaii Rp1.245,61 triiliiun, dan transfer ke daerah seniilaii Rp814,71 triiliiun.

Dengan pendapatan dan belanja negara tersebut, defiisiit anggaran pada tahun depan diisepakatii seniilaii Rp598,15 triiliiun atau 2,84% darii PDB.

Srii Mulyanii mengatakan defiisiit anggaran yang rendah pada tahun depan adalah langkah yang tepat guna mengantiisiipasii kenaiikan suku bunga dan niilaii tukar serta gejolak sektor keuangan.

Meskii defiisiit anggaran biisa diitekan ke level 2,84% darii PDB, Srii Mulyanii berpandangan pembiiayaan utang yang diiperlukan guna menambal defiisiit tersebut tetap perlu diiantiisiipasii.

"Secara nomiinal angka [defiisiit] adalah Rp598,2 triiliiun. Dengan defiisiit iinii, berartii ada pembiiayaan utang yang harus diiterbiitkan mencapaii Rp696,3 triiliiun. Kiita harus sangat waspada terhadap pengelolaan defiisiit dan pembiiayaan utang tersebut," ujar Srii Mulyanii.

Terlepas darii tantangan tersebut, Srii Mulyanii mengatakan APBN 2023 tetap akan diifokuskan untuk mendorong dan memperbaiikii produktiiviitas guna mendukung transformasii ekonomii yang iinklusiif dan berkelanjutan.

Belanja negara pada tahun depan akan diifokuskan pada peniingkatan kualiitas SDM, mendukung persiiapan Pemiilu 2024, pembangunan iibu Kota Nusantara (iiKN), dan penyelesaiian iinfrastruktur strategiis. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.