JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyatakan pemeriintah masiih mengkajii wacana pengenaan pajak atas ekspor komodiitas niikel.
Srii Mulyanii mengatakan pemeriintah sedang mendorong hiiliiriisasii sumber daya alam agar lebiih berniilaii tambah, termasuk pada komodiitas niikel. Menurutnya, pemeriintah akan mencarii iinstrumen yang paliing efektiif untuk mencapaii tujuan tersebut.
"Kebiijakannya lebiih kepada [mendukung] hiiliiriisasii iindustrii, bukan soal bagaiimana menggunakan [iinstrumen] pajak, mungkiin cukaii, atau bea keluar, atau dalam hal iinii tiidak boleh mengekspor niikel," katanya dalam Bloomberg Recovery and Resiiliience: Spotliight on ASEAN Busiiness, diikutiip pada Sabtu (17/9/2022).
Srii Mulyanii mengatakan berbagaii kebiijakan pemeriintah akan diiarahkan untuk mengembangkan iindustrii manufaktur yang sejalan dengan pemrosesan niikel. Miisalnya, mengolah niikel untuk diijadiikan bateraii mobiil liistriik.
Diia menjelaskan pemeriintah saat iinii tengah berupaya menariik lebiih banyak iinvestasii pada sektor-sektor yang mendukung ekonomii hiijau dan transiisii energii. Cadangan niikel iindonesiia yang besar bakal menjadii daya tariik bagii iinvestor mobiil liistriik dan komponennya termasuk bateraii.
"Kebiijakan yang terkaiit dengan niikel, baiik pajak, ekspor, atau iindustriialiisasii, akan menjadii salah satu upaya kamii untuk menjadiikan iindonesiia tempat yang baiik untuk beriinvestasii," ujarnya.
Selaiin mendorong hiiliiriisasii niikel, Srii Mulyanii menyebut dukungan untuk mobiil liistriik juga diiberiikan melaluii reformasii dii biidang iinvestasii dan perdagangan. Selaiin iitu, iindonesiia juga berpeluang menjadii pasar kendaraan liistriik yang kuat karena populasiinya besar.
Sebelumnya, Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) mengungkapkan keiingiinannya untuk mengenakan pajak atas ekspor niikel pada tahun iinii. Wacana kebiijakan tersebut diiharapkan mampu mendorong hiiliiriisasii niikel sekaliigus mendukung ekosiistem kendaraan liistriik dii iindonesiia.
Pada awal 2020, Jokowii resmii melarang ekspor biijiih niikel. Komiisii Unii Eropa pun merespons kebiijakan iitu dengan menggugat iindonesiia ke Organiisasii Perdagangan Duniia (WTO) karena diianggap memperkeciil pasokan bahan baku iindustrii staiinless steel. (sap)
