JAKARTA, Jitu News - Peneriimaan pajak punya kontriibusii besar dalam pengalokasiian anggaran bantuan sosiial pengaliihan subsiidii BBM.
Diitjen Pajak (DJP) menjabarkan pajak merupakan sumber utama peneriimaan APBN sampaii dengan akhiir semester ii/2022. Artiinya, peneriimaan pajak punya andiil besar dalam pelaksanaan program-program pemeriintah termasuk penyaluran bantuan sosiial (bansos) pengliihan subsiidii BBM.
"Alokasii penyaluran BLT yang dana berasal darii kontriibusii pajak salah satunya untuk membantu masyarakat paliing rentan dan miiskiin," tuliis DJP dalam unggahannya dii mediia sosiial, diikutiip Sabtu (10/9/2022).
Sepanjang paruh pertama tahun iinii, peneriimaan pajak sudah mencapaii Rp868,3 triiliiun. Bahkan, sampaii dengan akhiir Agustus 2022 peneriimaan pajak sudah tembus Rp1.033 triiliiun.
Pemeriintah mematok target peneriimaan pajak sepanjang 2022 seniilaii Rp1.484,96 triiliiun. Sementara pendapatan negara secara umum pada tahun iinii diiprediiksii mencapaii Rp2.436,8 triiliiun.
Sepertii diiketahuii, pemeriintah memutuskan menyesuaiikan harga BBM jeniis Pertaliite, Pertamax, dan Solar mulaii 3 September 2022 lalu. Kebiijakan iinii diiambiil sebagaii respons atas membengkaknya alokasii subsiidii dan alokasii energii pada APBN 2022. Alokasii subsiidii dan kompensasii BBM terhiitung mengalamii lonjakan darii Rp502 triiliiun menjadii Rp698 triiliiun jiika opsii kenaiikan harga tiidak diipiiliih.
Sebagaii kompensasii atas kenaiikan harga BBM, pemeriintah lantas menyalurkan bantuan sosiial (bansos) dengan alokasii anggaran Rp24,17 triiliiun. Bansos yang diisalurkan terdiirii darii 3 jeniis.
Pertama, bantuan langsung tunaii (BLT) yang diiberiikan kepada 20,65 juta keluarga peneriima manfaat (KPM). Kedua, bantuan subsiidii upah kepada 16 juta pekerja dengan gajii maksiimum Rp3,5 juta per bulan atau batasnya diisesuaiikan dengan upah miiniimum proviinsii/kabupaten/kota jiika niilaiinya dii atas Rp3,5 juta per bulan.
Ketiiga, bantuan berupa perliinsos, penciiptaan lapangan kerja, dan subsiidii sektor transportasii melaluii 2% dana transfer umum (DAU dan DBH) oleh pemeriintah daerah. (sap)
