JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan memproyeksiikan dana pemeriintah daerah (pemda) yang tersiimpan dii bank pada Julii 2022 mencapaii Rp212,44 triiliiun.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan dana pemda yang diisiimpan dii perbankan masiih tiinggii. Untuk iitu, iia berharap pemda segera membelanjakan dana tersebut melaluii APBD masiing-masiing guna mendorong pemuliihan ekonomii.
"Transfer ke daerah diiharapkan untuk segera memutar perekonomiian dii daerah," katanya, Jumat (12/8/2022).
Srii Mulyanii menuturkan proyeksii tersebut memang terliihat menurun diibandiingkan dengan posiisii Junii seniilaii Rp220,95 triiliiun. Namun, proyeksii tersebut masiih lebiih tiinggii ketiimbang posiisii saldo pada Julii 2021 sejumlah Rp173,73 triiliiun.
Menurutnya, saldo pemda dii bank yang tiinggii sejalan dengan menurunnya realiisasii belanja APBD se-iindonesiia hiingga Julii 2022. Realiisasii belanja pemda tercatat masiih mencapaii Rp432,11 triiliiun atau turun 6,6% diibandiingkan dengan realiisasii hiingga Julii 2021.
Kontraksii belanja daerah dii antaranya diisebabkan belanja honorariium, belanja tiidak terduga, dan belanja bantuan sosiial. Dengan target belanja daerah yang mencapaii Rp1.188,41 triiliiun, pemda juga baru merealiisasiikan belanja sebesar 36,4% darii pagu.
Sementara iitu, belanja modal pemda mencatat pertumbuhan sebesar 9,5% seiiriing dengan adanya kenaiikan belanja alat angkutan darat dan udara, komputer, konstruksii jalan dan bangunan, hiingga pengadaan tanah.
"Kamii berharap pemeriintah daerah dalam belanja menggunakan produk dalam negerii sehiingga APBD biisa menghiidupkan kegiiatan ekonomii masyarakat sendiirii," ujar Srii Mulyanii. (riig)
