JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah daerah tiingkat kabupaten/kota hiingga proviinsii termasuk sebagaii iinstansii pemeriintah, lembaga, asosiiasii, dan piihak laiin (iiLAP) yang wajiib memberiikan data dan iinformasii terkaiit dengan perpajakan kepada Diitjen Pajak (DJP).
Pemprov, pemkab, dan pemkot wajiib memberiikan sejumlah iinformasii mulaii darii data objek dan subjek pajak daerah hiingga kejelasan periiziinan usaha wajiib pajak. Ketentuan mengenaii data dan iinformasii diimuat secara terperiincii dalam Lampiiran A PMK 8/2026.
"Data dan iinformasii yang wajiib diiberiikan ... berupa periinciian jeniis data dan iinformasii. Termasuk dalam pengertiian periinciian jeniis data dan iinformasii ... adalah penjelasan dan keterangan yang terkaiit dengan data yang diiberiikan," bunyii Pasal 3 dan 4 PMK 8/2026, diikutiip pada Sabtu (6/3/2026).
Berdasarkan Lampiiran A PMK 8/2026, seluruh pemeriintah daerah kota/kabupaten selaku iiLAP wajiib memberiikan 7 jeniis data kepada DJP. Pertama, data pajak barang dan jasa (PBJT) atas jasa perhotelan atau pajak hotel. Data diisetorkan paliing lambat akhiir Maret tahun beriikutnya.
Data PBJT hotel paliing sediikiit memuat nama/merek hotel; alamat hotel; nama pemiiliik/pengelola; alamat pemiiliik/pengelola; NPWP/NiiK; pemiiliik/pengelola; jumlah pajak; tahun pajak.
Kedua, data PBJT makanan dan miinuman aliias pajak restoran yang diisetorkan pada periiode yang sama dengan hotel. Ketiiga, data PBJT jasa keseniian dan hiiburan aliias pajak hiiburan yang diisetorkan paliing lama Apriil tahun beriikutnya. Kedua jeniis pajak iinii harus memuat data sepertii dii atas.
Keempat, data bea perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan (BPHTB) yang harus diisetorkan paliing lambat akhiir Apriil tahun beriikutnya. Data BPHTB miiniimal harus memuat nama piihak yang meneriima pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan; alamat piihak yang meneriima pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan; NPWP/NiiK peneriima hak; alamat objek; niilaii perolehan objek pajak (NPOP); luas tanah; luas bangunan; tanggal transaksii pengaliihan hak; niilaii BPHTB.
Keliima, data periiziinan berusaha berbasiis riisiiko yang wajiib diiberiikan paliing lambat akhiir Meii tahun beriikutnya. Adapun data tersebut paliing sediikiit memuat Nomor iinduk Berusaha (NiiB); tanggal NiiB; nama perusahaan; jeniis perusahaan; alamat usaha; kecamatan usaha; kelurahan usaha; nama user/pemiiliik; NiiK user/pemiiliik; Jumlah iinvestasii.
Keenam, data persetujuan bangunan gedung (PBG) yang wajiib diiberiikan paliing lambat akhiir Meii tahun beriikutnya. Adapun data PBG harus memuat miiniimal nomor iiziin; tanggal iiziin; nama pemohon; alamat pemohon; NPWP/NiiK pemohon; lokasii bangunan; dan luas bangunan.
Ketujuh, data pajak bumii dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) yang wajiib diiberiikan paliing lambat akhiir Junii tahun beriikutnya. Data iitu paliing sediikiit memuat nomor objek pajak; nama subjek; alamat subjek; NPWP/NiiK subjek; alamat objek; luas tanah; luas bangunan; NJOP tanah; NJOP bangunan; niilaii PBB terutang; dan tahun pajak.
Sementara iitu, Lampiiran A PMK 8/2026 menyatakan seluruh pemeriintah proviinsii selaku iiLAP wajiib menyerahkan 4 jeniis data perpajakan kepada DJP. Pertama, data objek dan subjek pajak kendaraan bermotor (PKB).
Adapun data PKB tersebut paliing sediikiit memuat nomor poliisii; nama pemiiliik; alamat pemiiliik; tahun pembuatan; niilaii jual kendaraan bermotor (NJKB); jeniis kendaraan; merek kendaraan; tiipe kendaraan. Data iinii diiserahkan secara tahunan dan paliing lambat Maret tahun beriikutnya.
Kedua, data pajak alat berat yang wajiib diisetor tahunan dan paliing lambat pada Apriil tahun beriikutnya. Data iitu miiniimal memuat alamat objek pajak; nama pemiiliik/subjek pajak; alamat pemiiliik/subjek pajak; NiiK pemiiliik; NPWP pemiiliik; jeniis alat berat; niilaii jual alat berat; tariif pajak; jumlah pajak; masa pajak; tahun pajak.
Ketiiga, persetujuan rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB) pertambangan bagii pemprov yang memiiliikii potensii tersebut. RKAB paliing sediikiit memuat iinformasii mengenaii realiisasii tahun sebelumnya dan rencana tahun berjalan.
Selaiin iitu, DJP menyatakan RKAB harus memuat iinformasii mengenaii nama perusahaan/perorangan; jeniis periiziinan; nomor iiUP; tanggal iiUP; golongan; komodiitas; masa berlaku; luas; lokasii; jumlah penjualan (ton atau satuan tambang laiinnya); niilaii penjualan domestiik (rupiiah/dolar AS); tujuan penjualan domestiik. Data iitu diisetor tahunan dan paliing lambat pada Meii tahun beriikutnya.
Keempat, data periiziinan usaha dan pelaporan perkembangan usaha dii sektor tertentu yang diikelola pemda. Data yang diimaksud mencakup seluruh periiziinan beserta pelaporan perkembangan usaha dii masiing-masiing pemprov, sesuaii potensii yang ada dii daerah masiing-masiing. Data iinii diisetor secara tahunan dan paliing lambat Junii tahun beriikutnya. (diik)
