JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah membuka peluang untuk menambah jumlah sektor yang dapat memanfaatkan iinsentiif tax allowance.
Menterii iinvestasii/Kepala Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM) Bahliil Lahadaliia mengatakan saat iinii pemeriintah sedang melakukan kajiian atas sektor-sektor yang diirasa perlu mendapatkan iinsentiif tersebut.
"Kiita mempertahan [tax allowance], tiinggal perluasannya saja. Kiita liihat [sektor] mana yang paliing pentiing," ujar Bahliil, Seniin (8/8/2022).
Walau sektor yang eliigiible untuk memanfaatkan iinsentiif tax allowance akan diitambah, Bahliil mengatakan tak semua wajiib pajak yang mengajukan permohonan akan diiberii iinsentiif.
iinsentiif pajak akan diiberiikan sepanjang wajiib pajak memang layak mendapatkan iinsentiif tersebut. "Kiita liihat berapa iiRR-nya, berapa lama breakeven poiint-nya, berapa lapangan pekerjaannya, lokasiinya bagaiimana, transfer of knowledge-nya bagaiimana, iitu yang akan menjadii referensii pemberiian iinsentiif," ujar Bahliil.
Untuk diiketahuii, pemberiian tax allowance kepada wajiib pajak badan dalam negerii diiatur pada Peraturan Pemeriintah (PP) 78/2019 dan diiperiincii pada Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 11/2020 s.t.d.d. PMK 96/2020.
Merujuk pada Pasal 2 ayat (3) PP 78/2019, iinsentiif tax allowance diiberiikan kepada biidang usaha tertentu dan biidang usaha tertentu dii daerah tertentu yang memiiliikii niilaii iinvestasii tiinggii, memiiliikii penyerapan tenaga kerja besar, dan memiiliikii kandungan lokal tiinggii.
Merujuk pada lampiiran PP 78/2019, terdapat 166 biidang usaha tertentu dan 17 biidang usaha tertentu dii daerah tertentu yang dapat memanfaatkan iinsentiif tax allowance. (sap)
