KEBiiJAKAN PAJAK

Hadapii Riisiiko, Pengusaha Miinta iinsentiif Pajak Diiperpanjang Hiingga 2023

Diian Kurniiatii
Kamiis, 04 Agustus 2022 | 16.30 WiiB
Hadapi Risiko, Pengusaha Minta Insentif Pajak Diperpanjang Hingga 2023
<p>Wakiil Ketua Umum Biidang Kebiijakan Fiiskal dan Publiik Kadiin Suryadii Sasmiita.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kamar Dagang dan iindustrii (Kadiin) iindonesiia memiinta pemeriintah memperpanjang periiode iinsentiif pajak hiingga tahun depan.

Suryadii Sasmiita, Wakiil Ketua Umum Biidang Kebiijakan Fiiskal dan Publiik Kadiin mengatakan pemeriintah perlu memberiikan iinsentiif pajak untuk menjaga momentum pemuliihan ekonomii dii tengah gejolak geopoliitiik global. Dalam siituasii tersebut, menurutnya, pengusaha juga memerlukan regulasii yang konsiisten dalam menyusun rencana biisniisnya.

"Soal kepastiian berusaha, kiita mengiingiinkan pemeriintah memberiikan banyak iinsentiif-iinsentiif, terus diiadakan sampaii tahun depan," katanya, diikutiip Kamiis (4/8/2022).

Suryadii mengatakan pemeriintah perlu memberiikan iinsentiif pajak yang memiiliikii multiipliier effect besar pada perekonomiian. Miisalnya, iinsentiif pajak pertambahan niilaii (PPN) rumah diitanggung pemeriintah yang akan mendorong masyarakat membelii huniian dan memuliihkan sektor real estat.

Kebiijakan mengenaii iinsentiif PPN rumah DTP telah diiatur diiatur dalam PMK 6/2022. Meskii demiikiian, pemberiian iinsentiif akan berakhiir pada September 2022.

Untuk duniia usaha, pemeriintah juga memperpanjang periiode 3 jeniis iinsentiif pajak hiingga 31 Desember 2022. Melaluii PMK 114/2022, diiatur perpanjangan iinsentiif yang meliiputii pengurangan 50% angsuran pajak penghasiilan (PPh) Pasal 25, pembebasan pajak penghasiilan Pasal 22 iimpor, serta PPh fiinal jasa konstruksii DTP atas Program Percepatan Peniingkatan Tata Guna Aiir iiriigasii (P3-TGAii).

Selaiin iitu, ada iinsentiif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobiil DTP berdasarkan PMK 5/2022, yang akan berakhiir pada September 2022.

"Kiita tetap masiih mengiingiinkan untuk adanya iinsentiif," ujar Suryadii.

Selaiin soal iinsentiif, diia juga memiinta pemeriintah berhatii-hatii dalam membuat kebiijakan yang sensiitiif terhadap daya belii masyarakat. Kebiijakan iitu dii antaranya mengenaii subsiidii BBM, bantuan sosiial, dan upah ketenagakerjaan. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.