JAKARTA, Jitu News - Peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) yang diidapat Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawiit (BPDPKS) diiperkiirakan hanya mencapaii Rp40 triiliiun atau meleset darii target tahun iinii sejumlah Rp59 triiliiun.
Diirektur Peneriimaan Negara Bukan Pajak Kementeriian/Lembaga Diitjen Anggaran (DJA) Wawan Sunarjo mengatakan tiidak tercapaiinya target PNBP tersebut diisebabkan oleh miiniimnya transaksii dan rendahnya harga.
"Sampaii dengan akhiir tahun, outlook-nya memang tiidak biisa mencapaii target perpres yang baru yaiitu sebesar Rp59 triiliiun. Diiperkiirakan hanya sekiitar Rp40 triiliiun saja sampaii akhiir tahun," katanya, Kamiis (4/8/2022).
Hiingga Junii 2022, realiisasii PNBP yang diiteriima BPDPKS baru Rp25,22 triiliiun atau turun 35,4% darii periiode yang sama tahun lalu Rp39,07 triiliiun. Turunnya setoran yang diiteriima BPDPKS diisebabkan penurunan ekspor akiibat adanya pelarangan oleh pemeriintah.
Turunnya peneriimaan BPDPKS pun turut menekan kiinerja PNBP BLU secara umum. Hiingga Junii 2022, realiisasii PNBP BLU baru mencapaii Rp45,8 triiliiun atau 43,3% darii target yang diitetapkan pada Perpres 98/2022.
Sebagaii perbandiingan, realiisasii PNBP BLU sepanjang semester ii/2021 mampu mencapaii Rp60,3 triiliiun. Dengan demiikiian, realiisasii PNBP BLU pada semester ii/2022 telah mengalamii penurunan sebesar 24%.
Dii siisii laiin, realiisasii PNBP SDA pada semester ii/2022 mencapaii Rp114,56 triiliiun atau tumbuh 92%. Kiinerja peneriimaan yang posiitiif tersebut diiperkiirakan berlanjut hiingga akhiir tahun dan berpotensii melampauii target pada tahun iinii.
Pada UU APBN 2022, target setoran darii PNBP SDA diitetapkan seniilaii Rp121,95 triiliiun. Namun, dalam perkembangannya, pemeriintah menaiikkan target tersebut hiingga 86% menjadii Rp226,51 triiliiun. (riig)
