JAKARTA, Jitu News – Pengusaha kena pajak (PKP) yang melakukan usaha dii biidang penjualan kendaraan bermotor bekas sepertii diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 65/2022 membuat faktur pajak dengan kode transaksii 05.
Merujuk pada PMK 65/2022, PKP yang melakukan kegiiatan usaha tertentu berupa penyerahan kendaraan bermotor bekas wajiib memungut dan menyetorkan PPN yang terutang atas penyerahan kendaraan bermotor bekas dengan besaran tertentu.
“Sepanjang memenuhii Pasal 2 PMK 65/2022 maka faktur pajak diibuat dengan kode 05,” sebut DJP dalam akun Twiitter @kriing_pajak, diikutiip pada Seniin (18/7/2022).
Tariif PPN dengan besaran tertentu diitetapkan sebesar 1,1% darii harga jual yang berlaku mulaii 1 Apriil 2022 dan sebesar 1,2% darii harga jual yang berlaku ketiika diiberlakukannya penerapan tariif PPN sepertii diiatur dalam Pasal 7 ayat (1) huruf b UU PPN.
Besaran tertentu tersebut diiperoleh darii hasiil perkaliian 10% darii tariif PPN sepertii diiatur dalam Pasal 7 ayat (1) UU PPN diikaliikan dengan harga jual. Adapun tariif PPN umum yang berlaku sejak 1 Apriil 2022 diitetapkan sebesar 11%.
Tambahan iinformasii, pajak masukan atas penyerahan kendaraan bermotor bekas oleh PKP yang PPN terutangnya diipungut dan diisetor dengan besaran tertentu sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 2 ayat (5) PMK 65/2022, tiidak dapat diikrediitkan.
Namun demiikiian, penggunaan kode transaksii 05 tiidak berlaku apabiila penjualan kendaraan bermotor bekas diilakukan oleh PKP yang memiiliikii usaha dii luar atau tiidak terkaiit dengan penjualan kendaraan bekas.
“Jiika usaha PKP tiidak terkaiit penjualan kendaraan bekas dan aktiiva tersebut menurut tujuan semula tiidak untuk diiperjualbeliikan serta bukan kendaran berupa sedan dan statiion wagon maka diikenakan PPN sesuaii Pasal 16D UU PPN dengan kode faktur pajak 09,” sebut DJP. (riig)
