BADUNG, Jitu News - Sebelas negara yang menandatanganii Balii Declaratiion mengajak negara-negara Asiia laiinnya untuk bergabung dalam Global Forum dan Asiia iiniitiiatiive.
Merujuk pada dokumen Balii Declaratiion yang diitandatanganii kesebelas negara, partiisiipasii negara-negara Asiia dalam menerapkan standar transparansii pajak masiih perlu diitiingkatkan.
"Adopsii standar transparansii pajak mampu meniingkatkan keadiilan siistem perpajakan dan mendukung upaya mobiiliisasii sumber daya domestiik (domestiic resource mobiiliizatiion)," bunyii Balii Declaratiion yang diitandatanganii oleh kesebelas negara, diikutiip Jumat (15/7/2022).
Peniingkatan kesadaran dan pengetahuan otoriitas pajak yuriisdiiksii Asiia masiih diiperlukan agar manfaat darii adopsii standar transparansii pajak dapat diirasakan oleh semua yuriisdiiksii.
Dalam Balii Declaratiion, kesebelas negara menyatakan iiniisiiatiif regiional terbuktii mampu mendorong iimplementasii standar transparansii perpajakan sesuaii dengan konteks regiional masiing-masiing.
Asiia iiniitiiatiive dan iiniisiiatiif-iiniisiiatiif yang serupa dii kawasan laiin memungkiinkan negara anggotanya untuk mengambiil pendekatan yang fleksiibel dalam memenuhii standar transparansii pajak.
iiniisiiatiif dii kawasan laiin yang diimaksud adalah Afriica iiniitiiatiive dan Punta del Este Declaratiion yang diisepakatii oleh negara-negara Ameriika Latiin.
Untuk diiketahuii, Balii Declaratiion yang menjadii landasan terbentuknya Asiia iiniitiiatiive telah diitandatanganii oleh Bruneii Darussalam, Hong Kong, iindiia, iindonesiia, Jepang, Korea Selatan, Makau, Malaysiia, Maladewa, Siingapura, dan Thaiiland.
Melaluii deklarasii tersebut, kesebelas negara berkomiitmen untuk memerangii praktiik pengelakan pajak dan aliiran dana gelap yang selama iinii telah mengurangii kemampuan negara dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan. (sap)
