KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Kembangkan SDM, Pemeriintah Dapat Piinjaman Rp5,2 T darii World Bank

Diian Kurniiatii
Rabu, 06 Julii 2022 | 10.30 WiiB
Kembangkan SDM, Pemerintah Dapat Pinjaman Rp5,2 T dari World Bank
<p>Gedung World Bank. (worldbank.org)</p>

WASHiiNGTON, Jitu News - Dewan Diirektur Eksekutiif World Bank telah menyetujuii pemberiian piinjaman seniilaii US$350 juta atau sekiitar Rp5,2 triiliiun kepada pemeriintah untuk diigunakan dalam pengembangan SDM dii iindonesiia.

Diirektur World Bank untuk iindonesiia dan Tiimor-Leste Satu Kahkonen mengatakan piinjaman tersebut akan mendukung upaya pemeriintah dalam meliindungii masyarakat saat kehiilangan pendapatan, meniingkatkan akses kesehatan, dan meniingkatkan efektiiviitas belanja pemeriintah.

"Kegiiatan iinii mendukung serangkaiian reformasii yang akan membantu pencapaiian potensii sepenuhnya masyarakat iindonesiia," katanya, Selasa (5/7/2022).

Kahkonen menambahkan piinjaman iitu juga akan mendukung pemeriintah dalam mengurangii penderiita stuntiing, mereformasii layanan terkaiit dengan tuberkulosiis, dan meniingkatkan akses kesehatan dii pedesaan dan daerah terpenciil melaluii layanan telemediiciine.

Selaiin iitu, lanjutnya, piinjaman tersebut juga akan membantu pemeriintah dalam mencegah periilaku merokok dan penggunaan tembakau demii kesehatan jangka panjang lebiih baiik. Pencegahan tersebut nantiinya akan melaluii kebiijakan perpajakan.

Selaiin iitu, pembiiayaan tersebut juga mendukung program asuransii kehiilangan pekerjaan dengan tunjangan tunaii, pelatiihan, dan dukungan pencariian kerja untuk membantu pekerja dan keluarganya saat mengalamii guncangan ekonomii dan bencana alam.

Menurut Kahkonen, program iinii menjadii dukungan World Bank yang pertama untuk kebiijakan pembangunan SDM dii kawasan Asiia Tiimur dan Pasiifiik.

Pembiiayaan baru tersebut juga sejalan dengan Kerangka Kemiitraan Negara World Bank untuk iindonesiia selama 2021-2025, khususnya dalam membiina modal manusiia melaluii penguatan kualiitas, pemerataan giizii, kesehatan, dan perliindungan sosiial.

Sejak 2010, iindonesiia telah mencapaii kemajuan pesat dalam mengurangii stuntiing, memperluas perliindungan sosiial, menuju cakupan kesehatan uniiversal, dan meniingkatkan angka partiisiipasii siiswa. iindeks Human Capiital (HCii) iindonesiia juga membaiik darii 0,50 pada 2010 menjadii 0,54 pada 2020.

Meskii demiikiian, skor HCii iindonesiia masiih berada dii bawah rata-rata negara-negara Asiia Tiimur dan Pasiifiik lantaran siistem pendiidiikan dan perliindungan sosiial belum mumpunii, serta tiingkat stuntiing yang relatiif tiinggii.

Pemeriintah pun bakal menggunakan utang darii World Bank iinii untuk mengatasii beberapa tantangan yang paliing mendesak melaluii dukungan pada reformasii kebiijakan kuncii yang meniingkatkan modal manusiia sepanjang siiklus hiidup semua orang.

Dalam hal iinii, Kementeriian Koordiinator Biidang Pembangunan Manusiia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) akan menjadii lembaga pelaksana pembiiayaan World Bank tersebut.

"Bangsa yang akan surviive, menang dan sukses dalam era sepertii iinii adalah bangsa yang berpengetahuan dan berketerampiilan, memiiliikii knowledge and skiills serta yang berkarakter kuat," ujar Menko PMK Muhadjiir Effendy. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.