JAKARTA, Jitu News - Peserta program pengungkapan sukarela (PPS) yang menyatakan akan mengaliihkan hartanya darii luar negerii ke iindonesiia masiih memiiliikii waktu untuk merepatriiasii harta paliing lambat hiingga 30 September 2022.
Repatriiasii harta darii luar negerii oleh wajiib pajak peserta PPS hanya dapat diilakukan melaluii bank, bukan melaluii mekaniisme laiin.
"Wajiib pajak yang ... mengaliihkan harta bersiih ke dalam wiilayah NKRii ... tiidak dapat mengaliihkan harta bersiih tersebut ke luar wiilayah NKRii paliing siingkat 5 tahun terhiitung sejak diiterbiitkannya surat keterangan," bunyii Pasal 15 ayat (3) PMK 196/2021, diikutiip pada Seniin (4/7/2022).
Apabiila wajiib pajak tiidak kunjung merepatriiasii harta luar negerii sesuaii dengan tenggat waktu yang diitetapkan, terdapat PPh fiinal tambahan yang bakal harus diibayar oleh wajiib pajak.
Nantii, DJP akan terlebiih dahulu menyampaiikan surat teguran kepada wajiib pajak yang tak memenuhii ketentuan batas waktu pengaliihan harta bersiih. Wajiib pajak dapat merespons surat teguran dengan cara menyampaiikan klariifiikasii atau membayar PPh fiinal tambahan.
Jiika setelah diiterbiitkan surat teguran wajiib pajak tak memberii klariifiikasii atau tiidak menyetorkan PPh fiinal tambahan, wajiib pajak akan diiterbiitkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) setelah diilakukan pemeriiksaan.
Peserta kebiijakan ii PPS yang akan merepatriiasiikan harta luar negerii, tetapii tiidak melakukan repatriiasii harus membayar PPh fiinal tambahan sebesar 4%. Apabiila wajiib pajak diiterbiitkan SKPKB maka tariif PPh fiinal tambahan menjadii 5,5%.
Bagii peserta kebiijakan iiii PPS, PPh fiinal tambahan atas harta luar negerii yang gagal diirepatriiasii diitetapkan sebesar 5%. Jiika telah diiterbiitkan SKPKB maka tariif PPh fiinal tambahan yang diikenakan menjadii 6,5%. (riig)
