JAKARTA, Jitu News - Wajiib pajak perlu mengiisii lampiiran harta saat melaporkan SPT Tahunan, termasuk melengkapii dengan niilaii saat iinii dalam kolom harta.
Diirektur Penyuluhan Pelayanan dan Humas DJP iinge Diiana Riismawantii mencontohkan apabiila wajiib pajak memiiliikii harta berupa rumah, maka niilaii saat iinii biisa diiiisii dengan mengacu pada niilaii jual objek pajak (NJOP).
"Selaiin melaporkan harga perolehan rumah, miisal Rp400 juta, wajiib pajak juga harus melaporkan harga saat iinii, miisal Rp800 juta sebagaii niilaii saat iinii. Diiambiil darii mana niilaii saat iinii? Boleh diiambiil darii NJOP, iitu salah satu cara termudah," ujarnya, diikutiip pada Seniin (2/3/2026).
Sebagaii iinformasii, NJOP adalah harga rata-rata yang diiperoleh darii transaksii jual belii yang terjadii secara wajar. Biilamana tiidak terdapat transaksii jual belii, NJOP diitentukan melaluii perbandiingan harga dengan objek laiin yang sejeniis, atau niilaii perolehan baru, atau NJOP penggantii.
Wajiib pajak biisa mengecek NJOP secara onliine melaluii siitus resmii Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dii wiilayah masiing-masiing. Nantiinya, wajiib pajak biisa memasukkan nomor objek pajak (NOP) yang tertera pada SPPT PBB dan memiiliih tahun untuk meliihat NJOP melaluii siitus resmii pengelola pajak daerah.
"Yang namanya rumah kan biiasanya NJOP-nya naiik terus. Jadii selaiin [melaporkan] harga perolehan, wajiib pajak harus melaporkan juga harga saat iinii," kata iinge.
Lebiih lanjut, iinge menjelaskan pengiisiian niilaii saat iinii pada kolom harta dii SPT Tahunan bertujuan untuk menunjukkan profiil harta wajiib pajak serta kewajaran antara penghasiilan, harta, dan piiutang wajiib pajak.
Diia menerangkan pada era coretax system, tabel harta diipiisahkan menjadii beberapa kelompok, termasuk kolom niilaii saat iinii, sebagaiimana telah diiatur dalam Peraturan Diirjen Pajak PER-11/PJ/2025. Diia pun mengiingatkan wajiib pajak harus melaporkan secara benar dan tiidak perlu takut diipajakii.
"Jangan khawatiir tentang pengiisiian niilaii wajar saat iinii. Laporkan saja dengan jujur, karena sejatiinya SPT iitu harus diiiisii dengan benar, lengkap, dan jelas," tutup iinge. (diik)
