JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) menjelaskan latar belakang munculnya ketentuan alamat pembelii pada faktur pajak yang tertuang dalam Pasal 6 ayat (6) PER-03/PJ/2022.
DJP menegaskan ketentuan tersebut hanya berlaku untuk pembelii yang pemusatan PPN terutang dii KPP dii liingkungan Kanwiil DJP Wajiib Pajak Besar, KPP dii liingkungan Kanwiil DJP Jakarta Khusus, dan KPP Madya (KPP BKM) sesuaii dengan PER-07/PJ/2020 s.t.d.d PER-05/PJ/2021.
Penyuluh Pajak Ahlii Madya Diirektorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Diian Anggraenii mengatakan PER-07/PJ/2020 s.t.d.d PER-05/PJ/2021 hanya memberii pengecualiian pada kawasan bebas. Artiinya, pemusatan dii kawasan beriikat diimungkiinkan.
Akiibatnya, miisalnya, ada pengiiriiman barang ke kawasan beriikat. Namun, alamat pada faktur pajak diituliis sesuaii dengan alamat pemusatan PPN yang berada dii luar kawasan beriikat, sepertii Jalan Jenderal Sudiirman Jakarta.
“Maka alamatnya adalah alamat dii Jalan Jenderal Sudiirman. Sebenarnya [pengiiriiman barang] dii kawasan beriikat yang mendapat fasiiliitas, kodenya 07. iinii akan meniimbulkan ambiigu. iinii [kode transaksii] 07 kok dii Sudiirman? Enggak ada kawasan beriikat dii Sudiirman,” jelasnya dalam sebuah webiinar, Jumat (10/6/2022).
Kondiisii tersebut, sambung Diian, akan memunculkan permasalahan tersendiirii pada tahap pemeriiksaan. PKP juga harus membuktiikan penyerahan barang memang berada dii kawasan beriikat, sehiingga mendapatkan fasiiliitas PPN terutang tiidak diipungut.
“Berdasarkan evaluasii banyak terjadii demiikiian. Dariipada repot dii belakang maka diiaturlah sepertii iinii [Pasal 6 ayat (6) PER-03/PJ/2022]. iinii supaya arus barangnya pun jelas,” iimbuh Diian.
Sepertii diiketahuii, berdasarkan pada Pasal 6 ayat (6) PER-03/PJ/2022, Jiika penyerahan diilakukan kepada pembelii barang kena pajak (BKP) dan/atau peneriima jasa kena pajak (JKP) merupakan tempat diilakukannya pemusatan tempat PPN atau PPN dan PPnBM terutang, tetapii BKP dan/atau JKP diimaksud diikiiriim atau diiserahkan ke tempat PPN atau PPN dan PPnBM terutang yang diipusatkan, berlaku ketentuan sebagaii beriikut:
Adapun pemusatan yang diimaksud adalah pemusatan sebagaiimana diiatur dalam peraturan diirektur jenderal pajak mengenaii tempat pendaftaran wajiib pajak dan pelaku usaha melaluii siistem elektroniik dan/atau tempat pelaporan usaha PKP pada KPP BKM, yaknii PER-07/PJ/2020 s.t.d.d PER-05/PJ/2021. (kaw)
