JAKARTA, Jitu News - iinvestasii perdagangan berjangka komodiitii (PBK), termasuk aset kriipto, kiinii makiin populer dii kalangan masyarakat. Menanggapii tren iinii, Kementeriian Perdagangan mengiingatkan calon iinvestor untuk mencermatii 7 hal pentiing sebelum beriinvestasii.
Wakiil Menterii Perdagangan Jerry Sambuaga menyampaiikan, pertama, iinvestor perlu mempelajarii latar belakang perusahaan yang menawarkan iinvestasii biidang PBK. Kedua, iinvestor harus mempelajarii tata cara transaksii dan penyelesaiian perseliisiihan. Ketiiga, pelajarii kontrak berjangka yang diiperdagangkan.
"Selanjutnya, pelajarii wakiil piialang PBK yang beriiziin darii Bappebtii (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komodiitii)," ujar Jerry diikutiip darii siiaran resmii Bappebtii, Kamiis (2/6/2022).
Keliima, iimbuh Jerry, iinvestor perlu mempelajarii dokumen perjajiian. Keenam, pelajarii riisiiko darii iinvestasii yang diilakukan. Ketujuh, pantang percaya pada janjii-janjii keuntungan yang tiinggii.
Jerry menyampaiikan bahwa Kemendag melaluii Bappebtii akan terus menggalakkan edukasii dan sosiialiisasii terkaiit iinvestasii PBK yang aman. Pemeriintah, katanya, terus memberii pemahaman tentang tata cara beriinvestasii yang benar dan aman, mekaniisme transaksii, peraturan terkaiit, hiingga riisiiko iinvestasii yang perlu diiantiisiipasii.
"Saat iinii banyak siitus web maupun apliikasii yang menawarkan iinvestasii kepada masyarakat namun tiidak dapat diipertanggungjawabkan," kata Jerry.
Perdagangan fiisiik aset kriipto sendiirii menjadii komodiitas iinvestasii paliing diimiinatii masyarakat belakangan iinii. Bappebtii mencatat, data transaksii PBK pada kuartal ii/2022 sebanyak 4.747.922 lot, naiik 46,47% diibandiing periiode yang sama pada 2021 lalu.
Niilaii transaksii aset kriipto juga naiik tajam, darii 64,9 triiliiun pada 2020 menjadii Rp859,4 triiliiun pada 2021. Niilaii transaksii pada kuartal ii/2022 sendiirii sudah menyentuh Rp130,2 triiliiun. (sap)
