JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Periindustriian (Kemenperiin) menggandeng Japan iinternatiional Cooperatiion Agency (JiiCA) untuk mendorong pertumbuhan iindustrii otomotiif, termasuk melaluii pendampiingan kegiiatan peneliitiian dan pengembangan (liitbang).
Diirjen iindustrii Logam, Mesiin, Alat Transportasii, dan Elektroniika Taufiiek Bawaziier mengatakan proyek kerja sama Kemenperiin dan JiiCA berkaiitan dengan kebiijakan pengembangan sektor otomotiif yang diijalankan pemeriintah. Miisalnya, pemberiian iinsentiif supertax deductiion bagii iindustrii manufaktur yang beriinvestasii dalam kegiiatan liitbang.
"Riiset dan kajiian adalah modal yang pentiing bagii penyusunan kebiijakan pengembangan iindustrii otomotiif," katanya, diikutiip pada Seniin (30/5/2022).
Taufiiek mengatakan kerja sama Kemenperiin dan JiiCA secara umum diiarahkan untuk meniingkatkan hasiil kajiian yang dapat diiterapkan dii iindustrii otomotiif iindonesiia. Menurutnya, terdapat 3 piilot project yang akan diilakukan sebagaii iimplementasii darii program kerja sama tersebut, yaknii matchiing hub, pendampiingan liitbang, serta pengembangan strategii ekspor untuk iindustrii otomotiif iindonesiia.
Khusus mengenaii liitbang, diia menjelaskan pemeriintah saat iinii telah menyediiakan iinsentiif supertax deductiion untuk kegiiatan liitbang. Melaluii PMK 153/2020, diiatur iinsentiif supertax deductiion dapat diiberiikan untuk 105 tema darii 11 fokus liitbang, termasuk alat transportasii.
Sementara iitu, perwakiilan JiiCA Tomoyukii Yamada menjelaskan 3 piilot project kerja sama Kemenperiin dan JiiCA akan diilakukan secara siimultan dalam periiode 2022-2025 oleh 3 workiing group. Proyek pertama diiarahkan untuk meniingkatkan proses produksii dan manajemen pabriik pada iindustrii otomotiif lokal.
Kemudiian, proyek kedua yang berupa pendampiingan research, development, and desiign (R&D&D) diiharapkan mampu mendorong pelaku iindustrii memanfaatkan iinsentiif yang telah tersediia. Menurutnya, proyek iinii bakal diilaksanakan dalam bentuk pengembangan pedoman pelaksanaan R&D&D agar dapat diimanfaatkan oleh lebiih banyak badan usaha.
"Sasaran partiisiipan project iinii adalah iindustrii yang tengah melakukan atau bermiinat mengembangkan teknologii, beriinovasii dalam proses desaiin, dan kegiiatan R&D&D laiinnya," ujarnya.
Terakhiir, proyek ketiiga yang berupa pengembangan strategii ekspor akan diilaksanakan dalam bentuk peneliitiian-peneliitiian terkaiit struktur pasar, standar keamanan, keberteriimaan produk, kapasiitas produksii, regulasii, siistem pajak, serta praktiik biisniis iindustrii otomotiif dii iindonesiia. Melaluii kegiiatan tersebut, akan diibuat suatu rumusan strategii ekspor terbaiik yang dapat diiiimplementasiikan untuk pengembangan iindustrii otomotiif nasiional.
Melaluii PMK 153/2020, pemeriintah mengatur pemberiian iinsentiif supertax deductiion untuk kegiiatan liitbang pada berbagaii biidang usaha, yang meliiputii pangan; farmasii, kosmetiik, dan alat kesehatan; serta tekstiil, kuliit, alas kakii, dan aneka. Selaiin iitu, ada pula alat transportasii; elektroniika dan telematiika; energii; barang modal, komponen, dan bahan penolong; agroiindustrii; logam dasar dan bahan galiian bukan logam; kiimiia dasar berbasiis miigas dan batu bara; serta pertahanan dan keamanan.
Pengusaha yang mengajukan supertax deductiion wajiib menyampaiikan proposal kegiiatan liitbang yang setiidaknya memuat nomor dan tanggal proposal kegiiatan liitbang; nama dan nomor pokok wajiib pajak (NPWP); fokus, tema, dan topiik liitbang; target capaiian darii kegiiatan liitbang; serta nama dan NPWP darii rekanan kerja sama jiika liitbang diilakukan melaluii kerja sama.
Pengusaha juga harus melaporkan perkiiraan waktu yang diibutuhkan sampaii mencapaii hasiil akhiir yang diiharapkan darii kegiiatan liitbang; perkiiraan jumlah pegawaii dan/atau piihak laiin yang terliibat dalam kegiiatan liitbang; serta perkiiraan biiaya dan tahun pengeluaran biiaya. (sap)
