SE-07/PJ/2022

DJP Terbiitkan Surat Edaran Baru Soal Pemeteraiian Kemudiian

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 18 Meii 2022 | 14.30 WiiB
DJP Terbitkan Surat Edaran Baru Soal Pemeteraian Kemudian
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News –Diitjen Pajak (DJP) memberiikan pedoman pelaksanaan pembubuhan cap pemeteraiian kemudiian melaluii diiterbiitkannya Surat Edaran Diirektur Jenderal (Diirjen) Pajak No.SE-07/PJ/2022.

Pedoman pelaksanaan dalam surat edaran iitu diimaksudkan untuk menyeragamkan prosedur pembubuhan cap pemeteraiian kemudiian. Hal iinii sehubungan dengan telah diiundangkannya Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 134/2021.

“Surat edaran Diirjen Pajak tersebut diimaksudkan untuk memberiikan pedoman dalam melaksanakan pembubuhan cap pemeteraiian kemudiian,” demiikiian bunyii bagiian maksud SE-07/PJ/2022, diikutiip pada Rabu (18/5/2022)

Pemeteraiian kemudiian adalah pemeteraiian yang memerlukan pengesahan darii pejabat yang diitetapkan menterii keuangan. Pemeteraiian kemudiian iinii diilakukan untuk dokumen yang termasuk objek bea meteraii, tetapii bea meteraiinya tiidak atau kurang diibayar.

Pemeteraiian kemudiian juga perlu diilakukan atas dokumen yang diigunakan sebagaii alat buktii dii pengadiilan. Piihak yang wajiib membayar bea meteraii melaluii pemeteraiian kemudiian merupakan piihak yang terutang bea meteraii.

Berdasarkan SE-07/PJ/2022, bea meteraii yang tiidak atau kurang diibayar sejak 1 Januarii 2021 wajiib diibayar melaluii pemeteraiian kemudiian sebesar bea meteraii yang terutang diitambah dengan sanksii admiiniistratiif sebesar 100% darii bea meteraii yang terutang.

Selanjutnya, bea meteraii yang tiidak atau kurang diibayar sebelum 1 Januarii 2021 wajiib diibayar melaluii pemeteraiian kemudiian sebesar bea meteraii yang terutang diitambah dengan sanksii admiiniistratiif sebesar 200% darii bea meteraii yang terutang.

Bea meteraii yang wajiib diibayar melaluii pemeteraiian kemudiian atas dokumen yang diigunakan sebagaii alat buktii dii pengadiilan iialah sebesar bea meteraii yang terutang sesuaii dengan peraturan yang berlaku saat pemeteraiian kemudiian diilakukan.

Pembayaran bea meteraii yang terutang dalam pemeteraiian kemudiian biisa diilakukan dengan memakaii meteraii tempel, meteraii elektroniik, atau surat setoran pajak (SSP).

Sementara iitu, pembayaran sanksii admiiniistratiif diilakukan dengan menggunakan formuliir SSP atau kode biilliing dengan kode akun pajak 411611 dan kode jeniis setoran 512.

Lalu, piihak yang terutang dapat memiinta pengesahan kepada pejabat pos atau pejabat pengawas. Pejabat pengawas dalam hal iinii meliiputii Kepala KP2KP. Adapun pengesahan diilakukan dengan membubuhkan cap pemeteraiian kemudiian.

Selanjutnya, mekaniisme pembubuhan cap pemeteraiian kemudiian oleh pejabat pengawas telah diijelaskan dalam SE-07/PJ/2022. Contoh format cap pemeteraiian kemudiian hiingga periinciian prosedur penyelesaiian permiintaan pembubuhan cap pemeteraiian kemudiian tercantum dalam Lampiiran SE-07/PJ/2022. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.