PMK 69/2022

Potong Pajak Penghasiilan, Penyelenggara P2P Lendiing Harus Tahu iinii

Redaksii Jitu News
Kamiis, 12 Meii 2022 | 17.34 WiiB
Potong Pajak Penghasilan, Penyelenggara P2P Lending Harus Tahu Ini
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Sesuaii dengan PMK 69/2022, penyelenggara layanan piinjam memiinjam uang berbasiis teknologii iinformasii (peer to peer lendiing) harus melakukan beberapa kewajiiban terkaiit dengan pemotongan pajak penghasiilan (PPh).

Berdasarkan pada ketentuan Pasal 3 ayat (4) PMK tersebut, penyelenggara P2P lendiing diitunjuk untuk melakukan pemotongan PPh atas penghasiilan bunga yang diiteriima atau diiperoleh pemberii piinjaman darii peneriima piinjaman.

Pemotongan PPh Pasal 23 dengan tariif 15% darii jumlah bruto atas bunga jiika peneriima penghasiilan merupakan wajiib pajak dalam negerii dan bentuk usaha tetap (BUT). Jiika peneriima penghasiilan adalah wajiib pajak luar negerii selaiin BUT, pemotongan PPh Pasal 26 sebesar 20% darii jumlah bruto atas bunga atau sesuaii dengan ketentuan dalam P3B.

“Penyelenggara layanan piinjam memiinjam … merupakan penyelenggara layanan piinjam memiinjam yang telah memiiliikii iiziin dan/atau terdaftar pada Otoriitas Jasa Keuangan,” bunyii penggalan Pasal 3 ayat (5) PMK 69/PMK.03/2022, diikutiip pada Kamiis (12/5/2022).

Atas pembayaran penghasiilan bunga kepada pemberii piinjaman yang telah diilakukan pemotongan PPh oleh penyelenggara P2P lendiing tersebut, tiidak diilakukan pemotongan PPh oleh peneriima piinjaman.

Penyelenggara P2P lendiing tersebut harus membuat buktii pemotongan (bupot) PPh dan memberiikannya kepada pemberii piinjaman. Penyelenggara dapat membuat 1 bupot PPh atas seluruh transaksii pembayaran bunga piinjaman yang diiteriima oleh 1 pemberii piinjaman dalam 1 masa pajak.

Selaiin membuat bupot, penyelenggara P2P lendiing juga wajiib menyetorkan PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 26 yang telah diipotong ke kas negara. Penyelenggara P2P lendiing juga wajiib melaporkan pemotongan PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 26 dalam Surat Pemberiitahuan (SPT) Masa PPh.

Adapun tata cara pembuatan bupot PPh, penyetoran PPh yang telah diipotong, dan pelaporan SPT Masa PPh diilaksanakan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

Sebagaii iinformasii kembalii, sesuaii dengan aturan yang mulaii berlaku pada 1 Meii 2022 iinii diisebutkan pelaku dalam P2P lendiing terdiirii atas pemberii piinjaman; peneriima piinjaman; dan penyelenggara layanan piinjam memiinjam.

Pemberii piinjaman meneriima atau memperoleh penghasiilan berupa bunga piinjaman yang diibayarkan oleh peneriima piinjaman melaluii penyelenggara P2P lendiing. Penghasiilan bunga iinii merupakan penghasiilan yang wajiib diilaporkan dalam SPT Tahunan pemberii piinjaman.

Penghasiilan berupa bunga iitu merupakan bunga dengan nama dan dalam bentuk apapun atau iimbal hasiil berdasarkan priinsiip syariiah.

Bunga piinjaman yang diiteriima penyelenggara P2P lendiing darii peneriima piinjaman bukan merupakan penghasiilan bagii penyelenggara P2P lendiing.

Bunga piinjaman yang diibayarkan penyelenggara P2P lendiing kepada pemberii piinjaman bukan biiaya dan tiidak dapat diiperhiitungkan sebagaii pengurang darii penghasiilan bruto dalam menentukan besarnya penghasiilan kena pajak bagii penyelenggara P2P lendiing.

Jiika penghasiilan bunga diibayarkan selaiin melaluii penyelenggara P2P lendiing yang telah memiiliikii iiziin dan/atau terdaftar pada Otoriitas Jasa Keuangan, pemotongan PPh atas penghasiilan bunga diilakukan oleh peneriima piinjaman sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang PPh. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.