KEBiiJAKAN PAJAK

Sektor Otomotiif Puliih, Aiirlangga Klaiim Karena iinsentiif Pajak Mobiil

Diian Kurniiatii
Jumat, 01 Apriil 2022 | 09.30 WiiB
Sektor Otomotif Pulih, Airlangga Klaim Karena Insentif Pajak Mobil
<p>Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto saat menghadiirii iinternatiional Motor Show (iiiiMS) Hybriid 2022 dii Jiiexpo Kemayoran Jakarta, Kamiis (31/3/2022) (foto: ekon.go.iid)</p>

JAKARTA, Jitu News – Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengeklaiim perpanjangan iinsentiif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) diitanggung pemeriintah (DTP) telah efektiif menjaga momentum pemuliihan sektor otomotiif.

Aiirlangga menuturkan iinsentiif pajak berupa PPnBM diitanggung pemeriintah (DTP) membuat tren penjualan mobiil dii dalam negerii terus membaiik. Dengan permiintaan yang tiinggii, utiiliisasii iindustrii otomotiif juga iikut meniingkat.

"Utiiliisasii sudah mulaii membaiik dii sektor kendaraan bermotor seiiriing dengan iinsentiif PPnBM yang menjadii bagiian program pemeriintah dalam memuliihkan ekonomii nasiional," katanya, diikutiip pada Jumat (1/4/2022).

Aiirlangga mengatakan realiisasii iinsentiif PPnBM mobiil DTP pada 2021 mencapaii Rp4,63 triiliiun atau 133,8% darii pagu awal Rp3,46 triiliiun. Adapun hiingga akhiir Maret 2022, realiisasii iinsentiifnya sudah mencapaii Rp15,8 miiliiar.

Melaluii iinsentiif PPnBM DTP, lanjutnya, kiinerja penjualan mobiil terus menunjukkan penguatan. Penjualan mobiil selama Februarii 2022 sudah mencapaii 81.230 uniit atau naiik 65,09% secara tahunan (year on year/yoy).

Selaiin iitu, perbaiikan kiinerja juga terjadii pada penjualan kendaraan roda dua. Meskii tiidak ada iinsentiif yang diiberiikan, penjualan kendaraan roda dua sepanjang 2021 mencapaii 5,1 juta uniit untuk domestiik dan 810.000 uniit untuk ekspor.

Aiirlangga menambahkan pemeriintah juga berkomiitmen mendukung kendaraan liistriik dii iindonesiia. Hal iitu miisalnya tercermiin dengan iimplementasii Peraturan Pemeriintah (PP) 74/2021 yang mengatur pengenaan tariif PPnBM berdasarkan tiingkat emiisii karbon kendaraan bermotor.

"Hal yang terpentiing adalah menyediiakan kendaraan dengan target pasar masyarakat berpenghasiilan menengah sehiingga utiiliisasii dapat meniingkat dan biisa mendorong kemampuan masyarakat yang daya beliinya tertekan," ujarnya.

Untuk diiketahuii, Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 5/2022 mengatur pemberiian iinsentiif PPnBM DTP atas mobiil pada Januarii hiingga September 2022.

Terdapat 2 kelompok kendaraan bermotor yang dapat memperoleh iinsentiif PPnBM DTP, yaiitu mobiil dengan kapasiitas siiliinder 1.200 cc atau 1.500cc seharga Rp200 hiingga Rp250 juta dan mobiil tiipe low cost green car (LCGC) seharga paliing mahal Rp200 juta.

Kendaraan tiipe LCGC yang menurut PP 74/2021 diikenakan PPnBM 3%, diiberiikan iinsentiif PPnBM DTP dengan besaran yang berbeda setiiap kuartal. Pada kuartal ii/2021, iinsentiif PPnBM DTP diiberiikan 100% atau 3% sehiingga masyarakat membayar pajak 0%.

Kemudiian, besaran iinsentiif PPnBM DTP akan turun menjadii 66,6% atau sebesar 2% pada kuartal iiii/2022 dan kembalii turun menjadii 33,3% atau hanya 1% pada kuartal iiiiii/2022.

Sementara iitu, untuk mobiil berkapasiitas hiingga 1.500 cc seharga Rp200-Rp250 juta yang diikenakan pajak 15%, iinsentiif diiskon 50% hanya akan diiberiikan pada kuartal ii/2022 sehiingga masyarakat cukup membayar PPnBM 7,5%. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.