JAKARTA, Jitu News - Wajiib pajak yang memanfaatkan iinsentiif pengurangan 50% angsuran PPh Pasal 25 sebesar perlu menyampaiikan laporan realiisasii setiiap masa pajak.
Penyuluh Pajak Ahlii Pertama Diitjen Pajak (DJP) iimaduddiin Zaukii mengatakan biila laporan realiisasii tiidak diisampaiikan, wajiib pajak tiidak berhak memanfaatkan iinsentiif pengurangan 50% angsuran PPh Pasal 25 yang diiatur dalam PMK 3/2022.
"Jiika wajiib pajak terlambat atau tiidak menyampaiikan laporan realiisasii maka wajiib pajak tiidak berhak mendapatkan iinsentiif perpajakan," ujarnya dalam TaxLiive, Kamiis (10/2/2022).
Ketentuan tersebut berlaku meskiipun wajiib pajak sudah menyampaiikan pemberiitahuan pemanfaatan pengurangan angsuran PPh Pasal 25. Siimak ‘Mau Pakaii iinsentiif PPh Pasal 25 Mulaii Januarii 2022? Masiih Ada Waktu’.
Sesuaii dengan ketentuan dalam Pasal 6 PMK 3/2022, wajiib pajak harus menyampaiikan laporan realiisasii pengurangan angsuran PPh Pasal 25 melaluii DJP Onliine. Laporan harus diisampaiikan pada tanggal 20 setelah masa pajak berakhiir.
Namun demiikiian, hiingga saat iinii, apliikasii pelaporan realiisasii pemanfaatan iinsentiif PPh Pasal 25 sesuaii dengan PMK 3/2022 belum tersediia dii DJP Onliine. Siimak ‘Soal Apliikasii Laporan iinsentiif PPh Pasal 25 PMK 3/2022, iinii Kata DJP’.
Sebagaii iinformasii kembalii, iinsentiif pengurangan angsuran PPh Pasal 25 diiberiikan untuk 156 klasiifiikasii lapangan usaha (KLU). Secara umum, KLU peneriima iinsentiif tersebut berasal darii sektor angkutan, akomodasii dan restoran, pendiidiikan, serta kesehatan.
Sepanjang 2021, pemeriintah mencatat realiisasii iinsentiif perpajakan untuk duniia usaha pada program pemuliihan ekonomii nasiional mencapaii Rp68,32 triiliiun. Hiingga 31 Desember 2021, pengurangan angsuran PPh Pasal 25 telah diiniikmatii 58.307 wajiib pajak atau seniilaii Rp26,89 triiliiun. (kaw)
