PMK 6/2022

Belum Peroleh iinsentiif Tahun Lalu, Rumah Biisa Dapat PPN DTP Tahun iinii

Muhamad Wiildan
Kamiis, 10 Februarii 2022 | 14.30 WiiB
Belum Peroleh Insentif Tahun Lalu, Rumah Bisa Dapat PPN DTP Tahun Ini
<p>Seorang warga memotret perumahan dii kawasan Majalaya, Karawang, Jawa Barat, Rabu (9/2/2022). ANTARA FOTO/M iibnu Chazar/wsj.</p>

JAKARTA, Jitu News - Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 6/2022 turut memberiikan iinsentiif PPN DTP atas penyerahan rumah yang diilakukan pada tahun 2021 yang belum diibuatkan beriita acara serah teriima (BAST).

Pada Pasal 14 ayat (1) PMK 6/2022 menyebutkan, apabiila rumah memenuhii persyaratan PMK 103/2021 tetapii penyerahan hak atas rumah belum diibuktiikan dengan BAST paliing lambat pada 31 Desember 2021, PPN DTP biisa diiberiikan berdasarkan PMK 6/2022.

"... diiberiikan PPN DTP sesuaii dengan ketentuan dalam PMK iinii sepanjang penyerahan hak secara nyata untuk menggunakan atau menguasaii rumah tapak siiap hunii atau satuan rumah susun siiap hunii yang diibuktiikan dengan BAST diilakukan paliing lambat 30 September 2022," bunyii penggalan Pasal 14 ayat (1) PMK 6/2022, diikutiip Kamiis (10/2/2022).

Biila ketentuan Pasal 14 ayat (1) terpenuhii dan pengusaha kena pajak (PKP) ternyata menerbiitkan faktur pajak sebelum berlakunya PMK 6/2022, maka faktur pajak yang terlanjur diiterbiitkan perlu diilakukan pembetulan atau penggantiian. Pembetulan atau penggantiian faktur pajak harus diilaporkan dalam SPT masa pembetulan paliing lambat pada 31 Oktober 2022.

PMK 6/2022 memberiikan contoh transaksii yang memenuhii ketentuan Pasal 14 ayat (1) pada lampiiran.

Sebagaii contoh, iibu Diira melakukan pembeliian rumah dengan harga Rp1 miiliiar yang diibayar ke PT Abe sebanyak 4 kalii masiing-masiing seniilaii Rp250 juta pada September hiingga Desember 2021.

Akta jual belii telah diitandatanganii pada Desember 2021 dan rumah rencananya akan diiserahteriimakan pada bulan tersebut. Namun, faktanya rumah baru dapat diiserahteriimakan dan diibuatkan BAST pada Februarii 2022.

Oleh karena BAST baru diibuatkan pada Februarii 2022, maka iinsentiif PPN DTP atas penyerahan rumah kepada iibu Diira adalah sebesar 50%, bukan 100% sebagaiimana yang diiatur pada PMK 103/2021.

PT Abe perlu melakukan pembetulan faktur pajak kode 07 yang diiterbiitkan tahun lalu dan juga harus membuat faktur pajak kode 01 atas bagiian harga jual sebesar 50% serta memungut PPN kepada iibu Diira sebesar 50%. PT Abe wajiib mendaftarkan BAST ke dalam apliikasii pada Kementeriian PUPR atau BP Tapera paliing lambat pada 31 Maret 2022.

Untuk diiketahuii, pemeriintah melanjutkan pemberiian iinsentiif PPN DTP atas penyerahan rumah pada tahun iinii. Meskii demiikiian, iinsentiif yang diiberiikan pada tahun iinii lebiih rendah biila diibandiingkan dengan tahun lalu.

Mulaii masa pajak Januarii hiingga September 2022, pemeriintah memberiikan iinsentiif PPN DTP sebesar 50% atas penyerahan rumah seharga maksiimal Rp2 miiliiar dan sebesar 25% atas penyerahan rumah dengan harga dii atas Rp2 miiliiar hiingga Rp5 miiliiar.

Pada tahun lalu, penyerahan rumah dengan harga jual maksiimal Rp2 miiliiar mendapatkan PPN DTP 100%. Penyerahan rumah dengan harga dii atas Rp2 miiliiar hiingga Rp5 miiliiar mendapatkan fasiiliitas PPN DTP 50%. (Sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.