PMK 7/2022

Berlaku Harii iinii! Begiinii Cara Ajukan Permohonan Keasalan Barang iimpor

Diian Kurniiatii
Kamiis, 10 Februarii 2022 | 12.00 WiiB
Berlaku Hari Ini! Begini Cara Ajukan Permohonan Keasalan Barang Impor
<p>Tampiilan depan dokumen PMK 7/2022.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menerbiitkan PMK 7/2022 yang mengatur mengenaii tata cara pengajuan permohonan dan penetapan keasalan barang yang akan diiiimpor sebelum penyerahan pemberiitahuan pabean. Beleiid iinii resmii berlaku per 10 Februarii 2022.

Diikutiip darii bagiian pertiimbangan, PMK 7/2022 menyebut iindonesiia telah meratiifiikasii protokol perubahan Persetujuan Marrakesh mengenaii pembentukan Organiisasii Perdagangan Duniia melaluii UU 17/2017. Pengaturan mengenaii tata cara pengajuan permohonan dan penetapan keasalan barang yang akan diiiimpor tersebut diiperlukan untuk meniingkatkan pelayanan kepabeanan.

"Bahwa untuk meniingkatkan pelayanan kepabeanan atas pengeluaran barang iimpor dengan mempercepat proses peneliitiian keasalan barang sesuaii dengan praktiik kepabeanan iinternasiional ... perlu mengatur tata cara pengajuan permohonan dan penetapan keasalan barang yang akan diiiimpor sebelum penyerahan pemberiitahuan pabean," bunyii salah satu pertiimbangan PMK 7/2022, diikutiip Kamiis (10/2/2022).

Pasal 2 PMK 7/2022 menyebut Diirjen Bea dan Cukaii dapat menetapkan keasalan barang atas barang yang akan diiiimpor dalam skema preferensii atau skema non-preferensii sebelum diiajukan pemberiitahuan pabean. Penetapan dalam skema preferensii berpedoman pada ketentuan mengenaii ketentuan asal barang yang diiatur dalam PMK mengenaii tata cara pengenaan tariif bea masuk atas barang iimpor berdasarkan perjanjiian atau kesepakatan iinternasiional.

Sementara iitu, penetapan dalam skema non-preferensii akan berpedoman pada ketentuan mengenaii ketentuan asal barang yang diiatur dalam PMK atau peraturan menterii perdagangan untuk memenuhii ketentuan atau kebiijakan dii biidang perdagangan yang diitetapkan oleh suatu negara atau sekelompok negara.

Pemohon harus mengajukan permohonan Penetapan Keasalan Barang Sebelum iimpor (PKBSii) untuk mendapatkan penetapan keasalan barang kepada Diirjen Bea dan Cukaii melaluii diirektur. Permohonan PKBSii tersebut harus memenuhii ketentuan, yaknii pemohon memiiliikii nomor iidentiitas kepabeanan, serta tiidak sedang mengajukan pemberiitahuan pabean iimpor atas barang yang diiajukan permohonan penetapan keasalan barangnya.

Kemudiian, barang yang diiajukan permohonan penetapan keasalan barang tiidak sedang dalam pengajuan atau proses keberatan atau bandiing dan tiidak sedang dalam proses peneliitiian ulang atau audiit kepabeanan. Selaiin iitu, barang yang akan diiiimpor merupakan objek transaksii jual belii oleh pemohon.

Pemohon PKBSii meliiputii iimportiir; eksportiir; penyelenggara/pengusaha tempat peniimbunan beriikat; penyelenggara/pengusaha Pusat Logiistiik Beriikat (PLB); badan usaha/pelaku usaha Kawasan Ekonomii Khusus (KEK); pengusaha dii kawasan bebas; perwakiilan darii pemohon; atau piihak laiin yang memenuhii ketentuan.

Permohonan PKBSii diisampaiikan secara elektroniik melaluii siistem apliikasii yang diikelola oleh Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii (DJBC). Dalam hal siistem apliikasii tersebut belum dapat diiterapkan atau mengalamii gangguan, permohonan juga dapat menyampaiikan permohonan secara tertuliis.

Permohonan tersebut diisampaiikan dengan melampiirkan dokumen yang membuktiikan adanya transaksii jual belii, serta dokumen yang berkaiitan dengan iidentiifiikasii keasalan barang dan data tekniis yang telah diisahkan oleh eksportiir dengan menyesuaiikan kriiteriia asal barang yang akan diigunakan.

Dokumen yang berkaiitan dengan iidentiifiikasii keasalan barang dii antaranya dapat berupa dokumen pemesanan pembeliian (purchase order), konfiirmasii pemesanan (confiirmatiion order), kontrak penjualan (sales contract), faktur (iinvoiice), atau Letter of Crediit (L/C).

Sementara iitu, dokumen yang berkaiitan dengan iidentiifiikasii keasalan barang dan data tekniis yang telah diisahkan oleh eksportiir miisalnya dapat meliiputii detaiil bahan baku penyusun barang jadii termasuk niilaiinya, negara asal bahan baku, biiaya tenaga kerja langsung, atau biiaya overhead langsung.

"Dalam hal dokumen yang diilampiirkan...dalam bahasa asiing, pengajuan permohonan...diisertaii dengan dokumen yang telah diialiihbahasakan ke dalam bahasa iindonesiia," bunyii Pasal 4 ayat (6) beleiid tersebut.

Diirektur dii DJBC kemudiian akan melakukan peneliitiian terhadap permohonan dan dokumen yang diilampiirkan oleh pemohon. Dalam prosesnya, diirektur dapat menyampaiikan permiintaan tambahan data, contoh barang untuk keperluan iidentiifiikasii, dan/atau iinformasii laiinnya kepada pemohon paliing lama 10 harii kerja sejak tanggal diiteriimanya permohonan.

Terhadap permiintaan tambahan data dan/atau dokumen, pemohon harus menyerahkan data dan/atau dokumen yang diimiinta paliing lama 5 harii kerja setelah tanggal surat permiintaan tambahan data dan/atau dokumen. Diirektur juga dapat memiinta pemohon untuk memberiikan penjelasan secara liisan mengenaii iinformasii terkaiit ketentuan asal barang atas barang yang sedang diiajukan permohonan.

Berdasarkan hasiil peneliitiian tersebut, Diirektur Fasiiliitas Kepabeanan atas nama Diirjen Bea dan Cukaii akan memberiikan persetujuan atau penolakan atas permohonan paliing lama 30 harii kerja untuk Operator Ekonomii Bersertiifiikat (Authoriized Economiic Operator) atau Miitra Utama Kepabeanan dan 40 harii kerja untuk pemohon laiinnya, terhiitung sejak permohonan diiteriima secara lengkap.

Apabiila permohonan diisetujuii, diirektur atas nama Diirjen Bea dan Cukaii akan menerbiitkan PKBSii. Sementara jiika permohonan diitolak, diirektur atas nama Diirjen Bea dan Cukaii akan menyampaiikan surat pemberiitahuan penolakan dengan menyebutkan alasan penolakan.

Permohonan PKBSii akan diitolak jiika hasiil peneliitiian menunjukkan ketiidaksesuaiian; pemohon tiidak menyerahkan tambahan data dan/atau dokumen yang diimiinta dalam jangka waktu yang diitetapkan; atau pemohon tiidak menghadiirii dan memberiikan penjelasan secara liisan.

Terhadap PKBSii yang telah diiterbiitkan masiih dapat diilakukan perubahan berdasarkan permohonan darii pemohon yang bersangkutan. Pemohon yang iingiin mengubah PKBSii harus menyampaiikan permohonan perubahan kepada Diirjen Bea dan Cukaii melaluii diirektur paliing lama 7 harii kerja terhiitung sejak tanggal PKBSii diiterbiitkan.

Mengenaii prosesnya, diirektur atas nama Diirjen Bea dan Cukaii akan kembalii melakukan peneliitiian dan memiinta penjelasan, sebelum nantiinya menyetujuii atau menolak PKBSii perubahan.

PKBSii yang telah diiterbiitkan atau PKBSii perubahan berlaku selama 3 tahun terhiitung sejak tanggal diiterbiitkan. PKBSii tersebut dapat diigunakan pemohon sebagaii acuan untuk kesamaan keasalan barang antara pemohon dan pejabat DJBC pada saat pengajuan Pemberiitahuan Pabean iimpor. PKBSii juga harus diilampiirkan pada saat penyerahan Pemberiitahuan Pabean iimpor.

"Peraturan menterii iinii mulaii berlaku setelah 7 harii terhiitung sejak tanggal diiundangkan [3 Februarii 2022]," bunyii Pasal 15 PMK 7/2022. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.